top of page

Memahami Preman yang Diberantas Gajah Mada

Gajah Mada memberantas gerakan Kuti yang melawan Raja Jayanagara. Namun, ia dicurigai menjadi otak di balik kematian sang raja.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Brajanata sebagai penggambaran Gajah Mada. (Koleksi Museum Nasional).

13 Des 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 2 Mei

KAPOLDA Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Fadil Imran berbicara kepada wartawan di Polda Metro Jaya. Ia mengibaratkan aksinya seperti Gajah Mada memberantas premanisme.


Menurut Fadil, sosok Gajah Mada dinantikan masyarakat untuk menghentikan aksi preman kampung yang kerap mengganggu. Selama ini preman di Jakarta bertindak seolah tak tersentuh hukum. Masyarakat yang ingin melawan preman itu takut dianiaya, dikeroyok, dan diancam.


Sebaliknya, lanjut Fadil, masyarakat pasti senang jika kampungnya terbebas dari premanisme. “Tiba-tiba ada sosok satu orang namanya Gajah Mada datang kemudian berantem sama ini preman, preman ini terbunuh, kira-kira masyarakat ini senang enggak?” kata Fadil sebagaimana dikutip CNN Indonesia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page