top of page

Membuang Orang Pergerakan ke Boven Digoel, Papua

Pemerintah Hindia Belanda membuat penjara pengasingan yang mengerikan di Papua. Tujuannya untuk membungkam dan mematikan gerakan nasionalis.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tahanan politik akan dikirim ke Boven Digoel, Papua, 1927. (Wikimedia Commons).

15 Jul 2021
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

MENTERI Sosial Tri Rismaharini lagi-lagi bikin sensasi. Dalam video yang belakangan viral, Risma terekam memaharahi beberapa anggota Aparatur Sipil Negara (ASN) di Balai Wyata Guna, Bandung. Risma mengangap mereka tidak tangkas bekerja menyiapkan makanan di dapur umum. Kemarahan Risma kiranya dapat dipahami. Namun, yang menjadi sorotan, Risma mengancam akan memutasi anak buahnya yang lalai itu ke Papua. “Dengar, saya nggak main-main, nggak ada yang susah buat saya pindahkan ke Papua,” begitu kata Risma.


Alih-alih menuai simpati, ucapan Risma lebih terkesan bernada diskriminasi. Papua merupakan daerah paling timur sehingga sangat jauh dari pusat pemerintahan. Tak dapat dipungkiri, Papua memang belum semaju daerah lain di Indonesia. Dari pernyataan Risma, Papua seolah-olah menjadi tempat pembuangan bagi mereka yang terhukum.


Pernyataan Risma itu mengingatkan kita kepada sikap represif pemerintah Hindia Belanda pada waktu lampau. Di masa kolonial, pemerintah Hindia Belanda merepresi orang-orang pergerakan dengan mengirimkannya ke penjara pengasingan di Papua. Penjara yang lebih mirip kamp interniran itu berlokasi di Boven Digoel, yang sekarang masuk wilayah Kabupaten Boven Digoel, Provinsi Papua.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page