top of page

Menakar Sosok Semar

Inilah sosok yang paling misterius dan selalu jadi perdebatan. Dari tataran konsep, Semar mewujud dalam bentuk visual.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Semar dan panakawan.

21 Mar 2023
6 menit membaca

Diperbarui: 10 Mei

PERTENGAHAN Mei 1990, Semar tampil di Fakultas Antropologi Universitas Hawaii, Amerika Serikat. Sumastuti Sumukti, seorang warga Amerika kelahiran Surakarta, membawanya ke sana. Di negeri orang, penampilannya tak berubah. Perutnya buncit, kuncung putihnya dibiarkan menjuntai, wajahnya keriput, hidungnya tenggelam, dan pantatnya mencuat. Hari itu beberapa profesor mencoba mengenalnya.


Tak seperti lazimnya, Semar ditampilkan bukan dalam bentuk wayang, tapi sebuah tesis. Judulnya mentereng, An Analysis of Semar Through Selected Javanese Shadow Play Stories. Untuk menghadirkan tesis itu, Sumukti terbang dari Hawaii ke Leiden, keluar masuk perpustakaan untuk mencari bahan pustaka.


Sumukti lalu kembali ke kota kelahirannya untuk menonton pertunjukan wayang kulit dan mewawancarai para dalang. Ia juga mengunjungi beberapa daerah di Jawa Tengah. Dalam perjalanannya, ia berjumpa dengan kelompok masyarakat yang menganut paham Semar. Masyarakat itu mengamalkan ajaran dan etika Semar. Melihat Semar tak lapuk di zaman modern, semangat Sumukti terpacu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Mampukah Jokowi dan Ahok menuntaskan masalah Jakarta yang diwariskan dari zaman ke zaman?
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
Tukar-menukar kaos antara pemain usai pertandingan sepakbola sudah menjadi kelaziman. Larangan FIFA tak bisa menghentikan tradisi ini.
<strong></strong>Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Melalui lukisan dan karya instalasi, beberapa perupa kontemporer Indonesia merayakan 70 tahun kemerdekaan Indonesia.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Elon Musk memimpikan ekplorasi ke Uranus. Planet terdingin ini sudah diamati sejak zaman Yunani Kuno dan mulanya dianggap bintang.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Trofi Piala Eropa tak hanya bisa direbut dengan strategi dan skuad mumpuni, tapi juga keberuntungan. Italia pernah mengalaminya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
Tak ingin Indonesia mendominasi, Negeri Jiran menempuh jalan curang. Terbongkar oleh salah satu wasitnya.
transparant.png
bottom of page