top of page

Menentukan Hari Lebaran pada Masa Kolonial

Perbedaan penetapan hari Lebaran sering terjadi di kalangan umat Islam. Pemerintah kolonial Belanda berupaya mengakomodasinya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Seorang saksi sedang mengamati hilal atau bulan baru untuk menentukan awal dan akhir bulan Puasa.

14 Jun 2018
3 menit membaca

Diperbarui: 16 Mar

BULAN puasa hampir pergi. Lebaran sebentar lagi datang. Sebagian umat Islam menunggu pengumuman resmi Pemerintah tentang kapan pastinya hari Lebaran. Baik melalui televisi, radio, ataupun internet. Lainnya mengikuti keputusan ormas dan tarekat masing-masing. Bagaimanakah umat Islam pada masa kolonial mengetahui hari Lebaran?


Snouck Hurgonje, penasihat Urusan Bahasa-Bahasa Timur dan Hukum Islam di Hindia Belanda pada 1897, mengemukakan dua cara umat Islam dalam menentukan akhir Ramadan sekaligus awal bulan Syawal (Lebaran).


“Yang pertama, selain berdasarkan perhitungan penanggalan, juga didasarkan pada penglihatan pancaindera terhadap bulan baru (hilal, red.). Dan metode ini menurut orang-orang Mohammadan (umat Islam, red.) yang agak terpelajar di Nusantara ini berlaku sebagai satu-satunya yang benar,” tulis Snouck dalam Nasihat-nasihat C. Snouck Hurgronje Semasa Kepegawaiannya kepada Pemerintah Hindia Belanda 1889-1936 Jilid VIII.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page