top of page

Mengenang Ansambel Gembira

Ansambel yang berjaya pada era Sukarno. Jadi langganan Istana Negara hingga pentas di negara-negara sahabat. Meredup pasca 1965.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mudji Tuti Martoyo, anggota Ansambel Gembira sejak 1963 hingga 1965. (Andri Setiawan/Historia.ID).

28 Agu 2020
3 menit membaca

Diperbarui: 30 Sep

MUDJI Astuti Martoyo masih berusia 16 tahun ketika diajak Putu Oka Sukanta mengisi program baca puisi dan cerita pendek di Radio Republik Indonesia (RRI) pada 1963. Di kantor radio inilah ia bertemu Sudharnoto, komponis kondang pencipta lagu "Garuda Pancasila". Oleh Sudharnoto, ia lalu diminta bergabung dengan paduan suara paling sohor di ibukota: Ansambel Gembira.


Ansambel Gembira didirikan oleh Sudharnoto, Bintang Suradi, dan Titik Kamariah atau Titik Subronto pada 3 Februari 1952. Idenya muncul sejak mereka pulang dari Festival Pemuda dan Pelajar Sedunia di Berlin tahun 1951. Paduan suara yang bernapaskan semangat muda-mudi itu pun dibentuk.


“Pak Sudharnoto menanyakan apa nama paduan suaranya. Bu Titik terus bilang, ah enteng-enteng sajalah, ‘Gembira’. Disetujui bertiga itu, ‘Gembira’. Terus mengumpulkan anak dari teman-temannya Bu Titik, dari teman-temannya Pak Dharnoto, gitu,” kata perempuan yang kerap dipanggil Tuti Martoyo ini kepada Historia.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Tragedi Kanjuruhan jadi momen kelam bagi sepakbola dunia, kata Presiden FIFA. Akankah jadi momen pembelajaran untuk berbenah total jua?
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Pesta petasan pada malam tahun baru di ibukota malah menjadi bencana. Presiden Soeharto sampai turun tangan.
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Guru besar bidang pertahanan dan pakar politik militer ini angkat suara soal polemik penyitaan buku-buku sejarah terkait peristiwa 1965 yang dianggap berbau komunis..
Lebih dari 80 nyawa jurnalis menguap di tangan aparat Israel. Tak sekalipun pelakunya diseret ke muka hukum.
Lebih dari 80 nyawa jurnalis menguap di tangan aparat Israel. Tak sekalipun pelakunya diseret ke muka hukum.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
Laporan tentang kekerasan terhadap perempuan terus meningkat tiap tahun. Berbagai usaha telah dilakukan, tapi payung hukum belum ada.
transparant.png
bottom of page