top of page

Mengirim Peti Mati

Pesawat RI-002 dari Indonesia mengirim peti mati ke Filipina. Dicurigai petugas di Singapura.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pesawat Dakota RI-002 milik Bobby Earl Freeberg yang disewa pemerintah Indonesia.

  • 17 Nov 2021
  • 3 menit membaca

PADA 29 Desember 1947, pesawat Dakota RI-002 milik Bobby Earl Freeberg, mantan pilot Angkatan Laut Amerika Serikat, yang disewa pemerintah Indonesia, mengangkut peti mati dari Yogyakarta menuju Manila, Filipina.


Manifes pesawat RI-002 mencantumkan awak pesawat: kapten pilot Bob Freeberg, navigator Opsir Udara III Petit Muharto Kartodirdjo, operator radio Opsir Udara Muda II Boediardjo, dan juru mesin Letnan I Sunaryo, anggota TNI Angkatan Darat dari Divisi V Ronggolawe Djatikusumo yang dipinjam Angkatan Udara.


Selain mengangkut peti mati, pesawat RI-002 juga mengangkut penumpang antara lain

Mayjen TNI Abdulkadir, Opsir Udara II Suyono dan istri, Opsir Udara III Iskandar dan istri, serta 20 siswa penerbang yang akan dilatih di India.


Sebagai juru mesin, Sunaryo seharusnya duduk di kokpit, tetapi dia duduk di ruang penumpang bagian depan. Kakinya tidak bisa merentang karena terhalang peti mati yang memenuhi bagian tengah pesawat.


"Dan dari sana pulalah datangnya bau busuk sejak tadi, bau mayat yang rasanya semakin menusuk hidung," kata Sunaryo dalam "Kisah Sebuah Peti Mati Penuh Misteri", yang termuat dalam Memoar Pejuang Republik Indonesia Seputar Zaman Singapura 1945–1950.


Bau mayat itu membuat Sunaryo mual ingin muntah. "Bahwa aku tidak muntah, sebenarnya hanyalah karena tak tahu di mana aku harus muntah," kata Sunaryo. “Serba sulit. Maka tak ada jalan lain kecuali bertahan mati-matian."


Rute penerbangan pesawat RI-002 ditetapkan: Yogyakarta, Pekanbaru, Labuhan, dan Manila. Karena cuaca berkabut, Bob Freeberg tidak menemukan Pekanbaru. Pesawat terpaksa mendarat darurat di Singapura. Petugas setempat mencurigai peti mati dan menyelidikanya.


"Cerita yang kami sampaikan adalah 'itu jenazah seorang pangeran dari Sumatra yang berjuang dan gugur di Jawa'. Mereka percaya dan cerita ini sempat masuk koran-koran Singapura," kata Boediardjo dalam biografinya, Siapa Sudi Saya Dongengi.


Selama dalam penahanan sementara, Boediardjo menggunakan kesempatan itu untuk menjual "barang gelap", yaitu candu. "Saya sendiri membawa barang 'haram' tersebut langsung ke Pecinan di tempat-tempat orang nyeret. Uang hasil penjualan saya serahkan kepada KBRI Singapura sebagai dana perjuangan. Karena memang candu yang kami selundupkan itu 'milik' pemerintah RI. Yang dikemas dalam kaleng-kaleng terpatri dan disembunyikan dalam sebagian rongga-rongga sayap pesawat," kata Boediardjo.


Sementara itu, Sunaryo "ditanam" di Singapura untuk menjadi communication link dalam operasi Muharto. Dia juga ditugaskan mewakili AURI dalam kegiatan klandestin Republik Indonesia di pusat kesibukan penyelundupan di Asia Tenggara itu. Tugasnya mencari peralatan radio untuk membangun sistem komunikasi di Sumatra. Dia menggunakan nama samaran Hasan, karena terlalu umum, diganti Nursyaf.


Berbagai cerita sempat berkembang di Singapura seputar peti mati yang misterius itu, baik dalam percakapan sehari-hari maupun di media massa. Ada yang mengatakan, peti mati itu berisi barang selundupan seperti emas dan candu. "Ada pula yang menduga peti itu berisi jenazah Presiden Sukarno, tokoh politik Tan Malaka dan lain-lain," kata Sunaryo.


Beberapa hari kemudian, pesawat RI-002 dibebaskan pihak berwenang Singapura. Para penumpang melanjutkan perjalanan. Sementara pesawat RI-002 dengan awak Bob Freeberg, Boediardjo, dan Muharto, meneruskan penerbangan menuju Manila melalui Labuhan. Di Labuhan, sekali lagi petugas menanyakan kargo peti mati itu.


"Di sini kami memberikan cerita lain, yaitu 'kami datang dari Yogyakarta membawa jenazah seorang pejuang volunteer (sukarelawan) dari Filipina yang gugur di Jawa'," kata Boediardjo. Petugas percaya karena koran Singapura yang memuat cerita "peti mati itu berisi jenazah seorang pangeran dari Sumatra yang berjuang dan gugur di Jawa" belum beredar di Labuhan.


Akhirnya, pesawat RI-002 mendarat selamat di Manila, Filipina. Jadi, jenazah siapakah dalam peti mati itu?


"Peti itu berisi jenazah seorang perwira Filipina, namanya Kapten Igning yang bertugas di Indonesia. Dia ditemukan tewas di kamar Hotel Garuda, Yogyakarta. Jenazahnya dikirim ke Manila untuk diserahkan kepada keluarganya," kata Sunaryo.


Boediradjo mengatakan, betapapun dengan was-was menyerahkan jenazah Kapten Ignacio Espina alias Igning kepada Dinas Intelijen Filipina, "sungguh saya menghargai Petit Muharto yang berani membawa jenazah Igning pulang ke Manila. Sedang kakaknya terbunuh dalam insiden yang amat tragis itu."


Kakak Muharto, Kapten Deddy Muhardi Kartodirdjo dari Angkatan Laut, mendampingi Igning melatih Tentara Pelajar dan Tentara Genie Pelajar. Tragisnya, Deddy tewas tertembak oleh Igning ketika berusaha mencegahnya bunuh diri. Igning kemudian bunuh diri karena frustrasi.


Kendati pihak militer Filipina sempat tidak percaya Igning bunuh diri karena frustrasi dan curiga dia dibunuh oleh agen komunis, kejadian tragis ini tidak mengganggu hubungan Indonesia dan Filipina. "Persahabatan dan solidaritas Indonesia-Filipina tetap terjaga," kata Boediardjo.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Pernah populer sebagai pohon peneduh bersama asam jawa dan flamboyan. Kini, tanaman ini menjadi salah satu pohon yang paling populer untuk aktivitas penghijauan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah berduka secara beruntun. Kehilangan orang dekat dalam waktu singkat.
bg-gray.jpg
Penyebaran pamflet provokatif oleh Front Pemuda Sunda bikin geger. Parlemen sampai memanggil perdana menteri. Ketidakadilan jadi pangkalnya.
bg-gray.jpg
Tubagus Angke asal Banten melanjutkan Fatahillah memimpin Jayakarta. Sebagai Pangeran Jayakarta II, dia membawa Pelabuhan Sunda Kelapa menandingi Pelabuhan Malaka.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Upaya membentuk hubungan egaliter lelaki-perempuan sudah dilakukan sejak lama.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Produksi penulisan sejarah maupun penyebaran informasi kesejarahan harus merespons situasi zaman.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Budaya bahari bisa tumbuh bukan semata-mata karena infrastruktur fisik.
Teknokrat olahraga yang berperan penting dalam kesuksesan Susi Susanti di Barcelona. Diperankan aktor kawakan Lukman Sardi.
Teknokrat olahraga yang berperan penting dalam kesuksesan Susi Susanti di Barcelona. Diperankan aktor kawakan Lukman Sardi.
Sepakbola Australia bermula dari rumahsakit jiwa. Sempat dua kali ditolak masuk Asia.
Sepakbola Australia bermula dari rumahsakit jiwa. Sempat dua kali ditolak masuk Asia.
Bagaimana para penguasa di masa lalu memberikan nasehat untuk partai yang belum beruntung dalam  mengikuti pemilu.
Bagaimana para penguasa di masa lalu memberikan nasehat untuk partai yang belum beruntung dalam mengikuti pemilu.
transparant.png
bottom of page