- 2 Des 2024
- 5 menit membaca
Diperbarui: 27 Apr
SELAIN dekat secara geografis, Indonesia dan Filipina punya banyak kemiripan. Sejarah kedua negara menentang kolonialisme, yang membentang selama setengah abad, jadi bagian dalam gelombang nasionalisme dan dekolonialisme yang menandai abad ke-20. Seberapa jauh gerakan nasionalisme dan kemerdekaan di kedua negara saling terkait?
Pada 30 Desember 1896, otoritas Spanyol mengeksekusi Jose Rizal, intelektual Filipina yang dianggap menghasut pemberontakan. Pada tahun yang sama, sejumlah pemuda radikal lebih dulu melakukan aksi bersenjata menuntut kemerdekaan Filipina. Di penghujung abad ke-19, Republik Filipina merdeka berdiri pada 23 Januari 1899.
Butuh waktu cukup lama sebelum apa yang terjadi di Filipina bisa dirasakan, apalagi diapresiasi, di Indonesia. Arus komunikasi adalah salah satu alasan. Menurut sejarawan Adrian Lapian, berita kemerdekaan Filipina sempat dimuat secara singkat di koran kolonial Java Bode, yang mendapat kabar dari sebuah kantor berita di Hong Kong. Sementara harian milik misionaris di Minahasa, Tjahaha Siang, mendapat kabar itu dari koresponden mereka yang membaca berita terkait di sebuah harian di Amsterdam, yang kemungkinan berdasarkan sumber lain di New York.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















