top of page

Bergerilya di Filipina

Aku menyimpan buku harian, yang setelah penangkapanku kembali oleh Jepang harus dibakar. Karena itu aku harus menuliskan catatan ini berdasarkan ingatan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ilustrasi Adolf Lembong gerilya di Filipina. (M.A. Yusuf/Historia.ID).

25 Des 2022
18 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

AKU masuk tentara sebagai operator radio pada 22 Desember 1940. Setelah mendapatkan pelatihan di Cimahi, aku bergabung dengan Skuadron Kavaleri 2 di Bandung ketika perang pecah. Setelah kejatuhan Jawa, aku ditawan bersama ribuan orang lainnya di Bandung. 


Setelah enam bulan, aku mendaftar sebagai tentara pembantu Jepang (Heiho) agar bisa keluar dari kamp tawanan dan bisa bertemu kerabat. Jepang telah menyatakan jika kami mau bekerja di luar memperbaiki jembatan dekat Bandung, kami akan dibayar 30 sen per hari. 


Tapi kami malah dibawa dengan pengawalan ke Cirebon dan kemudian Tanjung Priok. Kami dikirim ke luar negeri tanpa tahu tujuan. Akhirnya kami tiba di Rabaul, New Britain, sekira September 1942. Selama di sana aku ditugaskan sebagai penerjemah. Kami tinggal selama hampir tujuh bulan dan kemudian dibawa lagi ke Filipina.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Jauh di pedalaman hutan Papua yang terisolasi, sejumlah warga Lampung turut menjalani hidup sebagai tahanan politik. Salah satunya adalah Sjahmin Pandjinegara.
bg-gray.jpg
PKI memiliki tradisi intelektual yang kuat. Membawa gagasan ke tengah masyarakat melalui pendidikan dan pemberantasan buta huruf. Hasilnya menjadi salah satu partai terbesar.
bg-gray.jpg
Selama tiga dekade tinggal di Uni Soviet, Semaoen menggeluti berbagai profesi: penyiar radio, penerjemah, dosen, hingga wakil perdana menteri.
bg-gray.jpg
Pemilihan Augustine Magdalena “Tiene” Waworuntu sebagai walikota Manado menjadikannya walikota perempuan pertama pasca pembubaran RIS. Pemilihannya menimbulkan polemik daerah-pusat, hingga menyeret militer.
Film yang kontekstual terkait kesenjangan sosial. Mendatangkan penghargaan Cannes seiring perayaan 100 tahun perfilman Korea.
Film yang kontekstual terkait kesenjangan sosial. Mendatangkan penghargaan Cannes seiring perayaan 100 tahun perfilman Korea.
Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.
Anthem “You’ll Never Walk Alone” tak pernah lekang mengiringi Liverpool di masa jaya maupun nestapa.
 Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Dari Filipina, metode “quick count” merambah ke Indonesia di akhir masa Orde Baru. Hasilnya tak pernah meleset jauh dari penghitungan manual.
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Fabio Quartararo dan Johann Zarco mengulang sejarah enam dekade MotoGP yang ditorehkan Pierre Monneret dan Jacques Collot. Siapa mereka?
Kengerian dan kejenakaan berpadu dalam adegan-adegan intrik di seputar kematian Stalin.
Kengerian dan kejenakaan berpadu dalam adegan-adegan intrik di seputar kematian Stalin.
Tingginya angka kematian akibat Flu Spanyol membuat permintaan kain kafan dan peti mati sangat tinggi. Situasi itu menjadi permainan para pedagang nakal.
Tingginya angka kematian akibat Flu Spanyol membuat permintaan kain kafan dan peti mati sangat tinggi. Situasi itu menjadi permainan para pedagang nakal.
transparant.png
bottom of page