- 31 Des 2020
- 4 menit membaca
KETIKA bekerja di atase pers dan kebudayaan di Kedutaan Besar Indonesia di Manila, Des Alwi, anak angkat Sutan Sjahrir, berteman dekat dengan beberapa jurnalis Filipina. Salah satunya Benigno “Ninoy” Aquino yang bekerja di The Manila Times sebagai koresponden perang termuda dalam Perang Korea pada 1950 dan koresponden asing di Indo-China sampai 1954.
Des Alwi mengajak Aquino dan tiga jurnalis ke Manado menjelang meletusnya Permesta. Mereka bertemu dengan Letkol Ventje Sumual, pemimpin Permesta.
“Gara-gara ini saya dituduh mendukung pemberontakan Permesta,” kata Des Alwi dalam memoarnya di majalah Tempo, 25 November 2007. “Saya menetap di Malaysia setelah dituduh mendukung gerakan Permesta di Sulawesi Utara.”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















