- 17 Des 2024
- 4 menit membaca
Diperbarui: 1 Jan
ANGGAPAN e-cigarette alias rokok elektronik, yang kondang disebut vape/pod, tidak lebih berbahaya dari rokok konvensional jelas mitos belaka. Bahayanya bahkan bisa melebihi aneka rokok dan cerutu konvensional karena bahan-bahan bakunya tak teregulasi sebagaimana rokok konvensional.
“Hoaks yang menyebut rokok elektronik lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Padahal itu juga memperbesar risiko penyakit tidak menular (kanker, penyakit paru, dll),” ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan RI (P2PTM Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi dalam diskusi daring “Dampak Konsumsi Rokok Elektronik bagi Kesehatan” di akun Youtube Kementerian Kesehatan RI, Rabu (11/12/2024).
Di Indonesia, pengguna vape terbilang tinggi dan meningkat tiap waktunya baik dalam jumlah orang yang sudah kecanduan maupun yang belum kecanduan. Dr. dr. Feni Fitriani Taufik dari Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) mengungkapkan bahwa dari berbagai hasil riset, dalam kurun hampir satu dekade (2011-2018) prevalensinya meningkat dari 0,3 persen menjadi 10,9 persen.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















