- 15 Okt 2025
- 4 menit membaca
Diperbarui: 23 Mei
RAGU komunis tua mampu membangun partai yang terpuruk usai Peristiwa Madiun, D.N. Aidit dan beberapa komunis muda segera bergerak. Langkah pertama yang diambil adalah menghidupkan kembali Bintang Merah yang diterbitkan Sekretariat Agitasi dan Propaganda CC PKI. Staf redaksinya diisi Aidit, Njoto, Lukman, dan Peris Pardede. Bintang Merah ditempatkan sebagai majalah teori partai.
“Kami serukan pada setiap komunis, pada semua patriot dan kaum progresif, untuk berkerumun di sekeliling Bintang Merah. Ia harus kita jadikan senjata yang berguna untuk memperkuat ideologi dan organisasi kita,” tulis pengantar redaksi Bintang Merah edisi perdana, 15 Agustus 1950.
Penerbitan ini merupakan tradisi PKI. Mereka mengikuti anjuran Vladimir Illich Lenin. Dalam “Dari Mana Kita Mulai?” diterbitkan Iskra, Mei 1901, Lenin menyebut jalur utama untuk mengembangkan, memperdalam, dan memperluas organisasi ialah pendirian sebuah koran politik.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















