top of page

Merah Putih di Lembah Merdeka

Di bukit Gelar, upacara pengibaran Merah-Putih pertama di Bali dilakukan. Ia disebut Lembah Merdeka.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Tempat upacara pengibaran Merah-Putih pertama di desa Gelar, Bali, pada 18 April 1946. Foto: Wenri Wanhar.

29 Jan 2014
2 menit membaca

Diperbarui: 13 Agu

BERITA Proklamasi kemerdekaan Indonesia sampai juga ke Bali. Karena punya sejarah berperang melawan Belanda pada Puputan 1906, delapan raja Bali bersimpati pada Republik Indonesia. Namun, situasi cepat berubah.


Setelah gagal melucuti Jepang pada 13 Desember 1945, yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai, sebagian besar raja Bali balik arah menentang Republik. Hanya Raja Badung yang tetap berpihak ke Indonesia.


Situasi ini dimanfaatkan Pasukan Gajah Merah Belanda yang mendarat di Pantai Sanur pada 2 Maret 1946. Van Beuge, mantan Residen Bali dan Lombok, menjanjikan akan mengembalikan kekuasaan raja seperti sebelum Jepang datang jika berpihak kepada Belanda.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page