top of page

Merah Putih di Lembah Merdeka

Di bukit Gelar, upacara pengibaran Merah-Putih pertama di Bali dilakukan. Ia disebut Lembah Merdeka.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 29 Jan 2014
  • 2 menit membaca

BERITA proklamasi kemerdekaan Indonesia sampai juga ke Bali. Karena punya sejarah berperang melawan Belanda pada Puputan 1906, delapan raja Bali bersimpati pada Republik Indonesia. Namun, situasi cepat berubah. Setelah gagal melucuti Jepang pada 13 Desember 1945, yang dipimpin I Gusti Ngurah Rai, sebagian besar raja Bali balik arah menentang Republik. Hanya Raja Badung yang tetap berpihak ke Indonesia.


Situasi ini dimanfaatkan Pasukan Gajah Merah Belanda yang mendarat di Pantai Sanur pada 2 Maret 1946. Van Beuge, mantan Residen Bali dan Lombok, menjanjikan akan mengembalikan kekuasaan raja seperti sebelum Jepang datang jika berpihak kepada Belanda.


Usahanya menuai hasil. Di Gianyar, Pemuda Pembela Negara (PPN) yang tadinya mendukung Republik putar haluan menyerang pejuang kemerdekaan. Di Jembrana, Belanda membentuk Badan Pemberantasan Pengacau (BPP) untuk menghancurkan kekuatan anti-Belanda. Hal yang sama terjadi di Klungkung dengan dibentuknya Badan Keamanan Negara (BKN).

Keadaan ini membuat pejuang prokemerdekaan Indonesia terdesak mundur. Ngurah Rai pun pergi ke Jawa untuk minta bantuan.


Pada April 1946, pasukan dari Jawa yang dipimpin Kapten Laut Markadi datang dan menyerang konvoi-konvoi Belanda. Bersama pejuang Bali, Pasukan Markadi lalu mendirikan markas di Peh Manistutu, Jembrana. Karena tercium Belanda, mereka memindahkan markas ke desa Gelar di utara Palungan Batu pada 17 April 1946.


Secara geografis, Gelar laksana cerukan panci; lembah dikitari bukit. Di beberapa bukit ada goa-goa perlindungan. Gelar ideal untuk taktik perang gerilya. Menurut I Gusti Putu Dwinda, ketua Barisan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI) Jembrana, daerah ini bagus. Udaranya sejuk dan dikelilingi aliran sungai dengan air yang jernih. “Setelah ditinjau oleh Markadi, desa Gelar akhirnya dijadikan markas dengan membangun beberapa barak, dengan bantuan penduduk setempat,” kata Dwinda dalam Orang-orang di Sekitar Pak Rai karya I Wayan Windia.


Ida Bagus Doster, wakil ketua BPRI yang kelak menjabat bupati Jembrana pertama, memerintahkan pasukannya untuk meratakan tanah di depan barak. “Setelah rata, di tengah-tengah dipancang sebuah tiang dari bambu,” kenang Doster, 85 tahun, kepada Historia.


Esok harinya, 18 April, semua pasukan berkumpul dan mengelilingi tiang bambu. Pagi itu, upacara pengibaran bendera Merah-Putih untuk kali pertama dilaksanakan di Bali. Dua pemuda menggeret bendera Merah-Putih diiringi lagu Indonesia Raya. “Saya terharu dan mencucurkan air mata saat itu. Saya kira kawan-kawan yang lain juga begitu. Usai upacara, Kapten Laut Markadi menamakan Gelar sebagai Lembah Merdeka,” ujar Doster.

Hal yang sama dialami Dwinda.


“Di sini pula Kapten Markadi mengadakan rasionalisasi pasukan, memilih anggota pasukan yang bersenjata lengkap,” ujar Dwinda. “Dalam pertemuan dengan para pemuda pejuang disepakati membentuk DPRI (Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia), dan dipilih sebagai ketua saya sendiri dengan wakil Kapten Makardi.”


Untuk mengenang peristiwa upacara pengibaran Merah-Putih pertama di Bali itu, di desa Gelar didirikan monumen Lembah Merdeka.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Gerilya di hutan hingga dapat julukan Ratu Rimba Malaya, Shamsiah Fakeh pernah ditangkap di Jakarta pasca peristiwa G30S 1965.
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
transparant.png
bottom of page