top of page

Metamorfosis Ianfu

Masa lalu yang kelam dipaksa menjadi pemuas nafsu seksual tentara Jepang tak menyurutkan semangat para mantan ianfu untuk menuntut keadilan.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Lukisan Mardiyem, mantan ianfu, dengan sayap kupu-kupu. (Nugroho Sejati/Historia.ID).

13 Jul 2023
4 menit membaca

Diperbarui: 21 Mei

BUNGA krisan itu bak lampu hias nan indah di ruang tamu. Menggantung di langit-langit tak jauh dari pintu masuk, ia seolah menyambut kedatangan para tamu. Cahaya kuning anggun memancar dari ke-16 kelopaknya. Di balik keindahannya, ia menyimpan kisah sedih yang dialami perempuan-perempuan Indonesia di suatu masa. Sebuah kejahatan besar terhadap kemanusiaan. 


Ia memang bukan bunga krisan biasa. Ia terbuat dari kondom. Setiap kelopak berisi ratusan kondom merek Okamoto asal Jepang, pabrik kondom yang memproduksi jutaan kondom dan menyebarkannya ke seluruh Asia-Pasifik ketika sistem ianfu (perempuan yang dipaksa militer Jepang menjadi budak seks) diterapkan. 


“Dalam praktik ianfu tahun 1931 sampai 1945, kondom disebar secara legal oleh pemerintah Jepang kepada tentaranya untuk memperkosa ratusan ribu perempuan di wilayah Asia-Pasifik,” kata Indah Arsyad, seniman pembuatnya, kepada Historia. “Bunga krisan berwarna kuning dengan 16 kelopak adalah lambang dari Kekaisaran Jepang.” 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page