top of page

Mobil Biru yang Ditunggu

Lantaran kabel telepon belum bisa menjangkau sampai pelosok, Telkom mengeluarkan wartel keliling.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Telkom menggunakan mobil, bukan gerobak sebagai warteling.

12 Apr 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 1 Jun

MUNIAR, seorang transmigran di Tempuling, Riau, tinggal terpisah dengan anaknya yang kuliah di Yogyakarta. Untuk sekadar berkomunikasi dengan anaknya menggunakan surat, Muniar seringkali harus pergi ke Kantor Pos yang jaraknya cukup jauh. Kala itu warung telekomunikasi (wartel) belum masuk ke daerahnya. Jumlah wartel pada 1991 pun masih 181 unit yang didirikan Telkom dan 176 wartel didirikan swasta.


Namun, kesulitan Muniar hilang sejak kehadiran Jasa Telekomunikasi Mobil (Jastel Mobil). Dia tak lagi pakai surat untuk berkirim kabar. Rute keliling Jastel diumumkan di koran maupun radio sehingga masyarakat yang hendak memakai bisa dengan mudah menemukannya.


Muniar selalu menanti kehadiran mobil berwarna biru itu. Di bagian pintu depan mobil terpampang logo Telkom. Di dalamnya, seorang petugas layanan akan membantu tiap pelanggan mengoperasikan telepon atau telegram. “Dalam kota max. 3 jam, luar kota max. 5 jam,” demikian peringatan di Warteling itu tertulis. Dari warteling itulah Muniar menelepon anaknya di Yogyakarta.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Pengalaman dan usianya membuat Gatot Soebroto acap jadi tempat mengadu para perwira. Namanya tetap abadi di banyak tempat, mulai jalan-jalan protokol hingga RSPAD.
bg-gray.jpg
Kasus perdagangan anak di daerah transmigrasi Rawa Makmur, Kalimantan Timur ungkap kemiskinan ekstrem yang menjerat kehidupan para transmigran. Praktik korupsi aparat disinyalir biang keladinya.
bg-gray.jpg
Panglima tempur yang memadamkan gejolak di berbagai daerah. Menggagas banyak hal penting setelah aktif lagi di Angkatan Darat.
bg-gray.jpg
Sebagai gubernur militer, Gatot Soebroto berperan dalam penumpasan pemberontakan PKI di Madiun. Dia disebut turut bertanggung jawab atas eksekusi mati Amir Sjarifoeddin cs.
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Di tengah pandemi orang berharap vaksin menjadi solusi. Bagaimana ketika dahulu vaksin belum dikenal?
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Rumah komunal di Sulawesi hanya bertahan dalam ingatan.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Pemugaran gedung Sarinah akan memadukan sejarah dan modernitas. Ide awal Bung Karno bertemu dengan tantangan zaman.
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Akankah Arab Saudi mengulang prestasi di Piala Dunia 1994?
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
Raksasa pemakan tumbuhan yang lembut ini juga karnivora dan oportunis?
transparant.png
bottom of page