- 6 Apr 2019
- 3 menit membaca
Diperbarui: 1 Jun
YURI Arief Waspodo, kolektor kartu telepon, masih duduk di bangku SMPN 2 Depok ketika telepon umum kartu pertamakali terpasang di Depok, paruh kedua 1990-an. Yuri ingat betul telepon umum pertama itu dipasang di dekat rumahnya, Perumahan Nasional Depok 1.
Seperti remaja dan orang dewasa pada umumnya, Yuri memanfaatkan betul alat komunikasi jarak jauh itu. Ketika mengabari keluarganya karena akan telat pulang akibat kegiatan sekolah, Yuri biasa menggunakan telepon umum yang terpasang di sekolah. “Zaman dulu telepon umum jadi andalan karena belum ada HP,” kata Yuri.
Beroperasi pertamakali pada 1988, telepon umum kartu mengalami masa uji coba sejak November-Mei di 12 titik di Jakarta, sebelum dioperasikan di kota besar lain. Gema Telekomunikasi edisi Desember 1988 menyebut, 12 titik strategis yang dipilih Telkom antara lain Gedung Depparpostel di Jalan Merdeka Barat, Bandara Soekarno Hatta, Stasiun Gambir, Dunia Fantasi Ancol, toko buku Gramedia Matraman, Sarinah Thamrin, Pasaraya Sarinah (kini Pasaraya Blok M), Wisma Nusantara, BCA Jalan Sudirman, Ratu Plaza, Hotel Indonesia, dan Hotel Hilton.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















