- 31 Mar
- 4 menit membaca
Diperbarui: 6 hari yang lalu
TERCANGGIH atau terbaru tak serta-merta menjadikan sebuah kapal perang bisa diandalkan setiap waktu. Kapal induk USS Gerald R. Ford (CVN-78) milik Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS) contohnya. Kapal induk sepanjang 337 meter dan lebar dek terbang 78 meter serta bobot 100 ribu ton itu ditarik mundur dari Asia Barat gegara masalah toilet.
Gerald R. Ford termasuk kapal induk terbaru dan terbesar AS. Biaya pembuatannya yang dimulai pada 2005 mencapai 13 miliar dolar Amerika (lebih dari Rp.220 triliun). Setelah dibangun di perusahaan Newport New Shipbuilding dan rampung pada 2013, kapal induk itu diberi nama Gerald R. Ford –mengabadaikan nama Presiden AS ke-38– dan ditugaskan di AL AS pada 2017 menggantikan pendahulunya, USS Enterprise (CVN-65), kapal induk AS pertama yang bertenaga nuklir (1961-2017).
Ditenagai dua reaktor nuklir Bechtel A1B PWR yang menggerakkan empat baling-balingnya, Gerald R. Ford bisa berlayar dengan kecepatan maksimal 30 knot (56 kilometer per jam) dengan durasi 25 tahun sebelum proses mid-life refuel. Sebagai bandara terapung operasi udara, Gerald R. Ford mampu maksimal 75 pesawat berbagai jenis.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















