- 21 Nov 2018
- 4 menit membaca
Diperbarui: 21 Apr
DI SUATU malam tahun 1927, Gellert Grindelwald (Johnny Depp) menghirup udara bebas. Sang penyihir hitam kelas kakap itu melarikan diri dibantu para pengikutnya saat MACUSA atau Kongres Sihir Amerika Serikat berusaha membawanya ke London untuk diadili. Dengan bebasnya Grindelwald, momok teror kejahatan tumbuh lagi dan mengancam, tak hanya dunia sihir, tapi juga dunia manusia biasa.
Prolog itu disajikan sutradara David Yates sebagai pengantar sejumlah premis dan klimaks film Fantastic Beasts: The Crimes of Grindelwald, seri kedua dari trilogi Fantastic Beasts yang juga masih bagian dari “semesta” Harry Potter karya JK Rowling.
Plotnya terkonsentrasi pada upaya tokoh utama Newt Scamander (Eddie Redmayne) bersama seorang muggle (sebutan manusia di dunia sihir) yang juga veteran Perang Dunia I, Jacob Kowalski (Dan Fogler). Keduanya berupaya membantu saudaranya, Theseus Scamander (Callum Turner) dan gadis pujaannya, Tina Goldstein (Katherine Waterstone), dua Auror Kementerian Sihir Inggris, untuk menangkap kembali Grindelwald sebelum terlambat.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















