Diperbarui: 13 Agu
SETELAH Joko Widodo dan Jusuf Kalla dinyatakan sebagai presiden dan wakil presiden terpilih periode 2014-2019 oleh Komisi Pemilihan Umum, para pendukungnya seperti Nusron Wahid, ketua Gerakan Pemuda Ansor, dan sejumlah anggotanya menunaikan nazar menggunduli kepala.
Di masa lalu, menurut Anthony Reid, laki-laki dan perempuan Asia Tenggara menghargai rambutnya seperti mencintai kepalanya. Rambut merupakan suatu lambang dan petunjuk diri yang menentukan. Tak heran jika hingga kurun niaga (abad ke-17), laki-laki dan perempuan didorong untuk menumbuhkan rambut sepanjang dan selebat mungkin.
“Oleh karena itu, memotong rambut lebih merupakan pengorbanan,” tulis Reid dalam Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.












