top of page

Nyanyi Sunyi Ianfu

Buku-buku dan film dokumenter ini mengungkap kisah pilu para mantan ianfu, yaitu para perempuan yang dipaksa menjadi budak nafsu tentara Jepang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Ianfu di Kupang, Timor. (K.B. Davis/cas.awm.gov.au).

  • 27 Jun 2024
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 18 Apr

TIGA setengah tahun penjajahan Jepang, namun lukanya bertahan puluhan tahun dan belum sepenuhnya hilang. Para mantan ianfu membisu dan memendam pengalaman pahitnya sendiri. Akibatnya, kisah pilu mereka relatif terlambat diangkat ke permukaan. Baru pada 1990-an, mereka bersuara dan berbagi kisah pedih yang terekam dalam buku-buku dan dokumenter berikut ini.


Buku


Ilustrasi Gambar

Fifty Years of Silence (1994) karya Jan Ruff-O’Herne

Masa remajanya hilang ketika Jepang menduduki Indonesia. Dia ditahan di kamp Ambarawa, kemudian diambil dan dipaksa menjadi budak seks dalam sebuah rumah bordil. Selama 15 tahun, Jan tak pernah memberi tahu siapa pun. Baru pada 1992, setelah menyaksikan mantan ianfu dalam Perang Korea menuntut keadilan, dia memutuskan angkat bicara. Bukunya diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia tahun 2011.


Ilustrasi Gambar

Derita Paksa Perempuan: Kisah Jugun Ianfu pada Masa Pendudukan Jepang 1942–1945 (1997) karya A Budi Hartono dan Dadang Juliantoro

Buku ini didasarkan pada dokumen pengaduan 20 ianfu ke LBH Yogyakarta. Sumber utama buku ini adalah kesaksian Mardiyem, ianfu di Telawang, Kalimantan Selatan. Sisanya, membahas praktik kekerasan pendudukan Jepang, perbedaan praktik pelacuran dengan prostitusi paksa, perekrutan ianfu, analisis dampak kekerasan seksual, sikap pemerintah Indonesia dan Jepang, serta refleksi kebudayaan. Setahun sebelumnya buku ini terbit dalam bentuk buku kecil berjudul Nafsu Bangsa Jepang (1996).


Ilustrasi Gambar

Dampak Kekerasan Seksual pada Jugun Ianfu (1999) karya Lucia Juningsih

Buku ini merangkum hasil penelitian tentang masalah mantan ianfu di Yogyakarta. Hasilnya, sebagian menderita cacat fisik di dada, kaki, kemaluan dan kandungan serta gangguan fisik seperti badan mudah sakit atau lelah. Mereka menderita secara psikis seperti malu, benci, dan sakit hati, serta merasa diri sudah rusak dan tak berharga. Mereka juga mengalami hambatan sosial berupa gunjingan, cemoohan, dan hinaan.


Ilustrasi Gambar

Perawan Remaja dalam Cengkeraman Militer (2001) karya Pramoedya Ananta Toer

Sekira 228 gadis dari Jawa Tengah, kebanyakan anak pamong praja yang terpikat janji Jepang untuk sekolah di Tokyo, diangkut kapal laut ke Pulau Buru. Mereka dipaksa jadi budak seks tentara Jepang. Ketika Jepang kalah, mereka memasuki episode penderitaan berikutnya, hingga akhirnya ditemukan tahanan politik 1965–1966.


Ilustrasi Gambar

Momoye, Mereka Memanggilku (2007) karya Eka Hindra dan Koichi Kimura

Karena ingin jadi penyanyi, Mardiyem berangkat ke Borneo, ikut kelompok sandiwara keliling Pantja Soerja. Namun, begitu sampai Banjarmasin, Mardiyem harus melayani kebutuhan seks tentara dan sipil Jepang. Momoye adalah nama panggilannya. Buku ini merupakan hasil penuturan Ibu Mardiyem, salah satu penyintas yang hingga wafatnya pada 21 Desember 2007 menjadi juru bicara mantan ianfu untuk menuntut keadilan.


Film

Ilustrasi Gambar

The Indonesian Comfort Women: A Video Testimony (2000) karya Lexy Rambadeta

Sebagaimana judulnya, film ini berisi testimoni sejumlah mantan ianfu Indonesia tentang pengalaman mereka selama menjadi ianfu. Selain itu, tentu upaya penyelesaian masalah ianfu yang dilakukan lembaga swadaya masyarakat. Untuk memberikan konteks sejarah dan upaya pencarian keadilan, Lexy mewawancarai Koichi Kimura dan Nursyahbani Katjasungkana.


Ilustrasi Gambar

Mardiyem (2001) karya Kana Tomoko

Sebagai perempuan Jepang, Kana merasa punya tanggung jawab untuk merekam kesaksian para ianfu untuk generasi muda. Kana mengikuti Mardiyem ke Banjarmasin untuk menelusuri masa lalunya, hingga Tokyo ketika Mardiyem menjadi saksi dalam Pengadilan Internasional Kejahatan Perang terhadap Perempuan tahun 2000.


Ilustrasi Gambar

Omdat Wij Mooi Waren (Because We Were Beautiful) (2010) karya Frank van Osch

Menampilkan kisah mantan ianfu yang dipaksa melakukan kegiatan seksual di rumah bordil militer, perkemahan, atau barak militer Jepang. Film ini dibuat sutradara asal Belanda yang menyertai perjalanan fotografer Jan Banning dan wartawan-cum-antropolog Hilde Janssen untuk mendokumentasikan kesaksian ianfu di Indonesia.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Setelah diculik pengikut Tan Malaka, Sutan Sjahrir bikin perhitungan dengan penangkapan berantai. Adam Malik protes, Sayuti Melik pasrah digelandang ke bui.
bg-gray.jpg
Perdana Menteri Sutan Sjahrir diculik pengikut Tan Malaka, Presiden Sukarno minta Sjahrir dikembalikan.
bg-gray.jpg
Pengikut Tan Malaka menculik Sutan Sjahrir karena dianggap pengkhianat yang menjual tanah air kepada Belanda. Sukarno-Hatta memerintahkan untuk membebaskannya.
bg-gray.jpg
Identified with the god Vishnu and revered as the standard-bearer of all kings, the genealogy and depictions of Purnawarman can be traced in various Tarumanagara inscriptions.
Dalam perjalanan menuju Belanda, Ki Hajar Dewantara yang semangat perjuangannya belum padam, menulis surat untuk teman-temannya agar terus menolak perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda.
Dalam perjalanan menuju Belanda, Ki Hajar Dewantara yang semangat perjuangannya belum padam, menulis surat untuk teman-temannya agar terus menolak perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Merayakan kemanusiaan melalui karya seni. Mengenang kepedihan sekaligus memetik pelajaran darinya.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Muasal Copa América beriringan dengan sejarah revolusi Argentina. Sudah tiga dekade gagal bersatu.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Korem Kota Malang menyampaikan klarifikasi sanggahannya telah melarang seminar sejarah di Universitas Negeri Malang.
Lilik Sudjio menggarap film pahlawan super, komedi, hingga mistik. Sutradara terbaik yang kurang dilirik.
Lilik Sudjio menggarap film pahlawan super, komedi, hingga mistik. Sutradara terbaik yang kurang dilirik.
Abu Maraheel bukan sekadar ikon dan legenda olahraga Palestina. Nyawa sang Olimpian tak tertolong setelah Israel memblokade Rafah.
Abu Maraheel bukan sekadar ikon dan legenda olahraga Palestina. Nyawa sang Olimpian tak tertolong setelah Israel memblokade Rafah.
transparant.png
bottom of page