top of page

Palang Pintu Bukan Cuma di Acara Mantu

Mulanya hanya ada dalam pernikahan, kesenian ini berkembang menjadi prosesi penyambutan di berbagai acara.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 10 Des 2017
  • 2 menit membaca

DUA pria berusia 40-an tahun itu saling berhadapan. Sambil menantang, salah satu pria langsung buka mulut:


Punye tane ditanemin sawi, badan basah abis mencangkul.


Belum sempurne ngaku orang Betawi, kalau kagak bisa maen pukul.”


Sontak, pria di hadapannya langsung menyahut: “Muke cemong main di empang, ikan sepat jangan dimatiin.


Ngomong sih emang gampang, cepat sini dibuktiin!”


Adegan berbalas pantun itu terjadi dalam prosesi Palang Pintu yang dilakukan Grup Batavia, salah satu kelompok budaya yang masih aktif melestarikan Palang Pintu, di bawah pimpinan Haji Zahrudin di acara diskusi “Pendekar Bahasa dan Budaya Betawi: Abdul Chaer” yang diselenggarakan di Bentara Budaya Jakarta, Jumat (9/12/2017) malam. Zahrudin, yang sudah menulis tiga buku pantun Betawi, awalnya hanya mendalami maen pukul (silat Betawi). Tapi karena sewaktu menikah mendapati cerita Palang Pintu yang kurang bagus, Zahrudin perlahan mendalami kesenian Betawi, dari pantun hingga Palang Pintu.


Palang pintu merupakan kesenian Betawi yang menjadi satu rangkaian dalam upacara pernikahan. Kesenian ini membutuhkan kemampuan berpantun juga silat. “Orang Betawi itu dari dulu suka berpantun, itu salah satu sastra lisan Betawi. (Pantun, red.) ada di berbagai kesenian Betawi, seperti Palang Pintu. Di lenong juga ada,” kata Rachmat Ruchiyat, peneliti budaya Betawi.


Secara filosofis, kata Zahrudin, Palang Pintu menjadi wadah untuk menguji kemampuan calon pengantin pria. Pihak pria mesti menampilkan kemampuan silatnya karena kelak diharapkan bisa menjaga istrinya dari bahaya. Selain itu, calon pengantin pria diuji kemampuan agamanya dengan tantangan berupa membaca ayat Al Quran.


Gambaran tradisi budaya seperti itu antara lain ditulis Alwi Shahab dalam Maria van Engels: Menantu Habib Kwitang. Dalam suatu upacara pernikahan, tuan rumah akan meminta pihak tamu untuk menunjukkan kemampuan silat. Jago tuan rumah dan jago tamu pun adu silat.

“Tentu saja yang harus ‘menang’ jago dari pihak tamu. Hanya dalam satu dua jurus, pihak tuan rumah menyatakan ‘cukup, cukup! Abang punye jago emang jempolan’,” tulis Alwi.


Dalam perjalanan waktu, Palang Pintu mengalami perubahan. “Dulu, Palang Pintu cuma terbatas pada prosesi pernikahan. Tapi dengan berkembangnya waktu, Palang Pintu juga (digunakan –red.) untuk pengarakan para pejabat, gubernur. Jadi, sekarang arakan pejabat pakai Palang Pintu. Kami menyesuaikannya dengan mengatur alur cerita pantun,” kata Zahrudin, yang sudah 25 tahun menggeluti palang pintu.


Sementara, dalam hal pemenang-pecundang yang umumnya menaruh pihak perempuan sebagai pihak “kalah”, Rahmat punya pandangan beda. Pada mulanya, kata Rahmat, Palang Pintu tak ada pihak yang kalah. Keduabelah pihak mulanya saling beradu pantun dengan santai lalu menjadi semakin panas dan dilanjutkan adu pukul. Palang Pintu diakhiri oleh peleraian yang dilakukan tetua.


“Kenapa begitu? Ini kan mereka datang untuk melaksanakan salah satu sunah rasul,” kata Rachmat menirukan kalimat pelerai dalam Palang Pintu.


Palang Pintu perempuan yang tidak kalah, lanjutnya, menggambarkan masyarakat Betawi yang egaliter, menempatkan posisi perempuan dan laki-laki dengan derajat sama. “Itu kan berkaitan erat dengan kedudukan wanita di masyarakat Betawi. Kalau Betawi itu, seimbang, sama, sifatnya egaliter, gitu ceritanya,” ujarnya sembari senyum. “Dulu itu tidak sampai kalah tapi ada yang melerai, orang-orang tua. Nah, kalau sekarang pasti deh pihak perempuan kalah, jadi menunjukkan perempuan itu lemah.”

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
bg-gray.jpg
Pernah berguru ke Rahmah El Yunusiyah dan H.R. Rasuna Said, Shamsiah Fakeh getol memperjuangkan kemerdekaan negeri dan kaumnya. Kini, buku memoar aktivis Malaysia berdarah Minang itu dilarang pemerintah Malaysia.
bg-gray.jpg
Dalam novel-novel karangannya, Motinggo Boesje menyuguhkan bumbu seksualitas dan erotisme yang digandrungi pembaca. Di akhir masa kepengarangannya, dia menekuni sastra serius.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
Pablo Escobar mengisi kebun binatangnya dengan kuda nil. Setelah kematiannya, kuda nil itu berkembang biak tak terkendali hingga menimbulkan masalah.
transparant.png
bottom of page