top of page

Pangeran Haryasudirja Hampir Mati Ditembak Jepang

Sekelompok mahasiswa pejuang Indonesia dihadapkan ke regu tembak serdadu Jepang. Senapan yang semula untuk membidik kemudian diangkat untuk menyambut kedatangan komandan batalion.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 25 Jul 2024
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 16 Apr

UDARA Bandung pagi itu masih terasa segar untuk memulai aktivitas. Namun, lima mahasiswa Sekolah Tinggi Teknik Bandung (kini ITB) sudah berkumpul di depan laboratorium hidrolik kampus. Kelimanya berturut-turut bernama Kadirman, Haryasudirja, Kamin, Ruhadi, dan Hartoyo. Rentang usia mereka 19-21 tahun. Salah satu dari mereka, yaitu Haryasudirja, merupakan pangeran Kadipaten Pakualaman bergelar lengkap Kanjeng Pangeran Haryo Petrus Kanisius Haryasudirja Sasraningrat.


“Sambil berbincang-bincang, mereka sibuk mempersiapkan segala sesuatunya, seperti bensin, kondisi kendaraan berupa sedan hasil curian dari tentara Jepang dan senjata-senjata yang akan dibawa serta,” seperti terkisah dalam biografi Prof. Dr. Ir. P.K. Haryasudirja: Tokoh Pejuang Kemerdekaan, Pembangunan dan Pendidikan yang disusun J. Pamudji Suptandar, dkk.


Pada pukul 09.00 pagi 12 Oktober 1945, Haryasudirja dan kawan-kawan berangkat meninggalkan kampus menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Misi mereka mencari senjata guna membantu perjuangan rekan-rekannya di Bandung.Modal utama mereka nyali dan nekat saja. Tanpa bekal pakaian, makanan, dan minuman. Uang pun hanya secukupnya. Pokoknya bila ketemu balatentara Jepang di manapun, rampas senjata mereka, untuk mempertahankan kemerdekaan. Begitulah rencana anak-anak muda revolusioner itu. Dalam mobil sudah siap alat-alat tempur berupagranat, pistol, mitraliur, senjata laras panjang, dan amunisi yang disimpan rapi di bawah jok.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Penampilan Frans Meeng di Piala Dunia 1938 dipuji media Belanda. Perang membuat dia dan kakaknya yang bermain di klub yang sama harus menderita di Samudera Hindia dengan akhir berbeda.
bg-gray.jpg
Sederet jabatan diemban Sudiro sejak Indonesia merdeka. Di Dewan Konstituante, Sudiro sudah menyuarakan isu HAM.
bg-gray.jpg
Sejak awal menjadi pejabat, Sudiro ditempatkan di daerah konflik. Dimulai dari Surakarta, berakhir di Sulawesi yang penuh pergolakan.
bg-gray.jpg
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Kisah kapten yang marah kepada komandannya. Satu telinga komandannya dipotongnya.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Meredupnya prestise majalah sastra dan bertumbuhnya komunitas sastra daerah. Di era digital, setiap orang bisa menerbitkan karyanya sendiri.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Magnetron merupakan komponen penting dalam teknologi radar untuk perang. Seorang insinyur mengembangkannya untuk mesin pemanas makanan.
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
Terpilih secara aklamasi menjadi Presiden RI, bagaimana perjalanan hidup Sukarno?
transparant.png
bottom of page