top of page

Gubernur Jateng Ditempeleng Opsir Jepang

Setelah ditawan, Gubernur Wongsonegoro dianiaya seorang perwira Jepang. Buntut dari ratusan korban serdadu Jepang yang tewas oleh pemuda pejuang Semarang.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Mr. Wongsonegoro, gubernur Jawa Tengah ke-2 (1945-1949). (Wikimedia Commons).

30 Jan 2024
3 menit membaca

Diperbarui: 21 Feb

KOTA Semarang diambang perang saat Mr. Wongsonegoro menerima mandat sebagai gubernur Jawa Tengah. Wongsonegoro menggantikan Raden Pandji Soeroso yang ditarik pemerintah pusat ke Yogyakarta pada 13 Oktober 1945. Dalam sekejap, aksi kekerasan antara pasukan Jepang dengan barisan pemuda pejuang Semarang memuncak jadi pertempuran berdarah nan brutal. Pertempuran ini kemudian dikenal dengan nama Pertempuran Lima Hari di Semarang (15-19 Oktober 1945).


“Pada hari pertama pertempuran, Jepang telah menangkap Mr. Wongsonegoro di tempat kediamannya. Bersamanya ditangkap dan ditawan pula beberapa orang pemimpin Semarang lainnya, satu di antaranya Kepala Purusara (Pusat Rumah Sakit Rakyat kini RS dr. Kariadi) dr. Sukaryo,” catat sejarawan Moehkardi dalam Bunga Rampai Sejarah Nasional: Dari Borobudur hingga Revolusi Nasional.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
 Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Sejak dini, Sandiaga terobsesi beragam olahraga. Menurun dari orangtuanya
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Tragedi Kanjuruhan jadi salah satu petaka terparah dalam catatan sejarah.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
Meski namanya masih asing di telinga, kerja keras bangsa Viking ini membuahkan prestasi dalam sepakbola.
transparant.png
bottom of page