top of page

Panji Palu Arit di Puncak Reichstag

Dua kisah pengibaran bendera palu arit di Reichstag oleh Tentara Merah sebagai simbol jatuhnya rezim Hitler. Salah satunya “di-photoshop” secara manual.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Foto ikonik Tentara Merah mengibarkan bendera Soviet di puncak Gedung Reichstag karya Yevgeny Ananyevich Khaldei. (mil.ru).

  • 30 Apr 2025
  • 4 menit membaca

SEIRING fajar menyingsing sekira pukul 6 pagi 30 April 1945, artileri-artileri Uni Soviet di Berlin menyalak dengan sasaran gedung parlemen Reichstag dan Istana Reichskanzlei yang keduanya hanya berjarak 2 kilometer. Dua divisi Tentara Merah langsung mengikuti menyerang sisa-sisa pasukan Jerman yang bertahan di fase akhir Pertempuran Berlin (16 April-2 Mei 1945) itu. 


“Pada pagi 30 April, Divisi ke-150 dan Divisi Senapan ke-171 bersiap menyerbu Reichstag. Menurut asesmen intelijen (Panglima Front Belarusia ke-1, Marsekal Georgy) Zhukov, Reichstag dipertahankan sisa-sisa unit SS (paramiliter Schutzstaffel) dan batalyon lintas udara yang tidak lebih dari 6.000 prajurit saja dengan didukung sedikit artileri, senapan mesin, dan panser-panser. Meski begitu gedung Reichstag sudah diperkuat tidak hanya lantai-lantai atasnya tapi juga ruang bawah tanahnya,” ungkap Anthony Tucker-Jones dalam The Fall of Berlin: The Final Days of Hitler’s Evil Regime.


Dua divisi yang merupakan bagian dari Tentara Gerak Cepat ke-3 di bawah Front Belarusia ke-1 itu dengan mudah mematahkan perlawanan kubu pertahanan Jerman. Sekira pukul 2 siang, sebuah unit Tentara Merah sudah berupaya merebut lantai puncak dan atap Reichstag. Sedangkan sekitar 2 kilometer sebelah selatan di Fuhrerbunker yang terletak di taman belakang Reichskanzlei, pemimpin Nazi Adolf Hitler dan istrinya yang baru dinikahi, Eva Braun, memilih bunuh diri siang itu. 

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Menteri urusan Bank Sentral ditangkap dan diadili. Dituduh subversi, korupsi, hingga banyak istri.
bg-gray.jpg
KH Chalimi once led the Surabaya student movement opposing Suharto’s re-election as president. He was arrested and then detained at the notorious Kalisosok Prison.
bg-gray.jpg
Bukan tanpa alasan Ahmad Subardjo dijuluki “Sang Penjamin Kemerdekaan”. Namun, dia malah absen saat kemerdekaan diproklamasikan Sukarno.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first steps in Batavia led her into the arena of the national movement.
Mahasiswa hukum yang menemukan jalannya di perfilman. Jadi mata rantai antar-generasi pelakon seni peran.
Mahasiswa hukum yang menemukan jalannya di perfilman. Jadi mata rantai antar-generasi pelakon seni peran.
Bukan hanya keberaniannya, tapi ketaatannya dalam beragama patut dijadikan teladan.
Bukan hanya keberaniannya, tapi ketaatannya dalam beragama patut dijadikan teladan.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Di balik pameran karya seni ada proses panjang dalam mempersiapkannya, mulai dari memilih karya, mengurus peminjaman koleksi, hingga menjamin keamanannya.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Perayaan Imlek sempat dilarang pada zaman Belanda dan Orde Baru. Kini dirayakan dengan semarak.
Lagu-lagu hasil kolaborasi biasanya awet sepanjang zaman.
Lagu-lagu hasil kolaborasi biasanya awet sepanjang zaman.
Sapi yang disucikan tercemar ketika masuk ranah politik menjadi politik dagang sapi.
Sapi yang disucikan tercemar ketika masuk ranah politik menjadi politik dagang sapi.
transparant.png
bottom of page