top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

Pasang Badan Demi Kemerdekaan

Penguasa militer Jepang mematuhi perintah Sekutu untuk menjaga status quo. Namun, Laksamana Muda Tadashi Maeda mengambil risiko mendukung kemerdekaan Indonesia dengan memfasilitasi perumusan naskah proklamasi.

21 Agu 2023

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Tadashi Maeda berkunjung ke rumah Mohammad Hatta tahun 1973. (Repro Bung Hatta: Pribadinya dalam Kenangan).

  • 21 Agu 2023
  • 5 menit membaca

BENDERA-bendera merah putih menghiasi halaman rumah bergaya art deco di Jalan Imam Bonjol No. 1, Jakarta Pusat siang itu. Dalam rangka menyambut hari kemerdekaan, tuan rumah berbenah. Menurut “tuan rumah” Ari Suryanto, hal itu merupakan rutinitas rumah tersebut tiap Agustus tiba. Selain mempercantik rumah dan halaman, tuan rumah biasanya menggelar bermacam lomba. “Agustus kan bulannya kita,” ujarnya kepada Historia

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Masa Pahit Kesultanan Langkat

Kesultanan paling kaya di masa Hindia Belanda luluh lantak digilas revolusi sosial. Padahal, sang sultan telah menyatakan sumpah setia pada Republik Indonesia.
Menyibak Mitos Haji Djamhari

Menyibak Mitos Haji Djamhari

Penelitian membuktikan bahwa sosok Haji Djamhari sebagai penemu kretek benar-benar ada dan bukan tokoh fiksi.
Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Dokter Tolong Orang Jawa Dikira Islam

Rumahsakit Bethesda Yogyakarta yang masih berdiri hingga kini merupakan buah "kasih" dr. Belanda bernama JG Scheurer.
Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Supriyadi Masuk Hutan dan Menghilang

Setelah memimpin pemberontakan PETA di Blitar, Supriyadi masuk hutan dan menghilang. Diduga telah dibunuh Jepang, tetapi dirahasiakan sehingga makamnya tidak ditemukan.
Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Donny God Bless Kritik Penguasa Generasi Ayahnya

Basis God Bless Donny Fattah pandai menulis lagu dan peduli pada kehidupan bangsanya. Lagunya cukup kritis di era Orde Baru.
bottom of page