Inggris menanamkan pengaruh dengan intrik politik. Dalam lima tahun Inggris di Jawa, tiga jam di antaranya digunakan untuk menundukkan Keraton Yogyakarta.
Inggris dan Mangkunegaran berkoalisi untuk membunuh Sumodiningrat. “Makanya jangan belagu,” kata Prangwedono sambil memandang kecut mayat Panglima Pasukan Yogyakarta itu.
Ryamizard Ryacudu sempat menjadi calon tunggal Panglima TNI, namun gagal karena terganjal faktor politik. Setelah pensiun, Ryamizard diangkat menjadi menteri pertahanan.
Gajah putih simbol kerajaan di Thailand. Hewan suci dan langka ini dipercaya pembawa keberuntungan, sehingga tidak boleh dikonsumsi dan dipekerjakan. Gajah putih dapat menghancurkan lawan.
Sudiro meninggalkan hidup enak di Palembang karena dipanggil Sukarno ke Jakarta. Dia memimpin Barisan Pelopor dan berperan dalam Proklamasi kemerdekaan.
Kala sidak ke Tanjung Priok, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengingatkan untuk mencintai rupiah. Dahulu di pengujung Orde Baru gerakan cinta rupiah didengungkan Tutut Soeharto.
Asrul Sani seniman legendaris, dikenal sebagai sastrawan, penyair, dan sineas. Pernah menjadi anggota laskar rakyat dan lulusan sarjana kedokteran hewan.
Perjuangan Soedirman masih belum usai. Ketika sebagian pasukan Sekutu ke Magelang, mereka berjanji tak akan mengusik kedaulatan Indonesia, tetapi para eks tentara Belanda berulah kembali.
Pada masa senjanya NH Dini mengalami beberapa penurunan kesehatan. Namun ia tetap bangkit bahkan mendirikan pondok bacaan dengan bantuan teman-teman. Di akhir masa hidupnya NH Dini bahkan memenerima banyak sekali penghargaan yang membanggakan.
Pernikahan NH Dini dengan Yves Coffin seorang Diplomat Prancis membawanya mengembara ke berbagai negara. Dengan memiliki 2 anak tidak membuat kehidupan rumah tangganya mudah, namun sang sastrawan tetap menjadi jati dirinya.
Dukungan Laksamana Muda Tadashi Maeda dan tentara Jepang yang desersi terhadap kemerdekaan Indonesia digunakan sebagai dalih bahwa Jepang tidak salah dalam perang Asia Timur Raya.
Setelah Jepang kalah, Laksamana Muda Tadashi Maeda memimpin kamp tentara Jepang. Ia kemudian menjalani penahanan dan pemeriksaan. Di masa tua, usahanya bangkrut dan hidupnya susah.
Laksamana Muda Tadashi Maeda mendirikan Asrama Indonesia Merdeka. Sekolah politik itu dituding menekankan pengajaran komunis. Di balik itu ada kepentingan jangka panjang.
Laksamana Muda Tadashi Maeda mendirikan Kantor Penghubung Angkatan Laut dan Angkatan Darat yang mengadakan kegiatan intelijen. Kantor ini menjadi tempat berlindung bagi orang-orang pergerakan Indonesia.
Tadashi Maeda masuk Angkatan Laut mengikuti jejak kakaknya. Sempat bertugas sebentar di Belanda, Maeda kemudian ikut Misi Kobayashi ke Hindia Belanda. Pendudukan Jepang membawanya bertugas ke Indonesia.
Naskah proklamasi kemerdekaan dirumuskan di rumah Laksamana Muda Tadashi Maeda. Setelah sempat berpindah tangan dan berganti penghuni, bangunan bersejarah itu akhirnya menjadi museum.
Penguasa militer Jepang mematuhi perintah Sekutu untuk menjaga status quo. Namun, Laksamana Muda Tadashi Maeda mengambil risiko mendukung kemerdekaan Indonesia dengan memfasilitasi perumusan naskah proklamasi.