top of page

Paus Yohanes Paulus II Terpukau Pancasila

Ketika pemimpin Takhta Suci Vatikan menjunjung tinggi falsafah bangsa Indonesia. Pancasila, kata Paus Yohanes Paulus II, merangkai harmoni dan kerukunan antarumat beragama.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sri Paus Yohanes Paulus II didampingi Uskup Besar Jakarta dalam perjalanan keliling di Stadion Senayan (kini Gelora Bung Karno), Jakarta pada 9 Oktober 1989. Kedatangan Paus disambut oleh sekira 120.000 umat Katolik. Paus mengadakan kunjungan resmi lima hari di Indonesia. Sumber: Bali Post, 10 Oktober 1989.

5 Sep 2024
4 menit membaca

Diperbarui: 1 Jun

PAUS Fransiskus dalam lawatannya ke Indonesia menyatakan kekagumannya pada semboyan negara “Bhineka Tunggal Ika”. Hal itu dinyatakannya dalam sambutan kenegaraan di hadapan Presiden Joko Widodo dan para menteri di Istana Negara kemarin (4/9). Semboyan itu, menurut Paus Fransiskus, mencerminkan harmoni bangsa Indonesia di tengah masyarakat yang majemuk.


“Semboyan negara Anda, Bhineka Tunggal Ika, mengungkapkan realitas beraneka sisi dari berbagai orang yang disatukan dengan teguh dalam satu bangsa. Semboyan ini juga memperlihatkan bahwa sebagaimana keanekaragaman hayati yang ada dalam negara kepulauan ini adalah sumber kekayaan dan keindahan, demikian pula perbedaan-perbedaan Anda secara khusus berkontribusi bagi pembentukan mosaik yang sangat besar, yang mana masing-masing keramiknya adalah unsur tak tergantikan dalam menciptakan karya besar yang otentik dan berharga,” kata Paus Fransiskus dalam pidatonya.


Dalam pertemuan antarumat beragama di Masjid Istiqlal pagi tadi, Paus Fransiskus kembali mengungkapkan pujiannya terhadap keberagaman di Indonesia. Paus Fransiskus menyoroti lorong yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral sebagai perwujudan Bhineka Tunggal Ika. “Maju terus Bhineka Tunggal Ika,” pungkas Paus dalam pidatonya di Masjid Istiqlal.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
It was not without reason that Ahmad Subardjo was nicknamed “The Guarantor of Independence” in Indonesia. However, he was absent when Sukarno proclaimed independence.
bg-gray.jpg
Saat memimpin Jakarta, Sudiro dihadapkan pada kondisi berantakan. Putar otak demi pembangunan kota, termasuk cari dana di luar lungsuran dari pusat. Sering pula gagasannya ditolak pemerintah pusat.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo was born in Karawang to a family of Acehnese and Javanese nobility. The beloved son of a civil service police officer, he moved to Batavia to continue his education at a Dutch school.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah became the first female minister in Indonesian history. She handled everything from diplomacy and labor issues to makeup and lipstick.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Piala Dunia Wanita bentuk pengakuan FIFA terhadap perjuangan puluhan tahun.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Beragam cara diambil untuk mengakali atmosfer stadion tanpa “pemain keduabelas”. Dari mural kontroversial hingga boneka seks.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Tuan rumah terhindar dari malu di Indonesia Open 2019 berkat kegemilangan ganda putra. Sektor yang dulunya dipandang sebelah mata.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Cara mudah ikut melestarikan lingkungan sekaligus merawat situs-situs bersejarah dari rumah.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Nilai budaya Melayu mulai luntur. Namun, bisa kembali dihidupkan melalui ingatan kolektif yang masih muncul dalam tradisi masyarakat Melayu.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
Permainan serupa latto-latto pernah digandrungi anak-anak di Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa. Permainan ini kemudian dilarang karena berbahaya.
transparant.png
bottom of page