- 4 Des 2023
- 2 menit membaca
Diperbarui: 24 Jul
PEGUNUNGAN Gowong, Kedu, Jawa Tengah pada 11 November 194 tahun silam. Bertepatan dengan genap 44 tahun usianya, Pangeran Diponegoro dan pengikutnya terus berlari dari kejaran pasukan Belanda pimpinan Mayor A.V. Michiels. Kakinya sampai terluka. Namun dia beruntung, lolos dari penyergapan.
Mayor Michiels gigit jari. Sasarannya luput dan kabur ke pedalaman hutan Bagelen Barat. Yang didapatnya hanya sejumlah barang Pangeran Diponegoro yang tertinggal. Dua di antaranya adalah kuda beserta pelananya dan sebuah tombak pusaka.
“Sang Pangeran terpaksa terjun ke jurang dan bersembunyi di balik rumput gelagah tinggi untuk bisa lolos dari pasukan Belanda dari Manado. Dengan meninggalkan beberapa ekor kuda miliknya dan tombak pusaka,” tulis sejarawan Peter Carey dalam Kuasa Ramalan: Diponegoro dan Akhir Tatanan Lama di Jawa 1785-1855.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















