- 18 Sep 2025
- 6 menit membaca
Diperbarui: 8 Apr
SABTU sore, 16 September 1961, mobil VW Combi berwarna biru tua berhenti di depan asrama kampus Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Beberapa pria turun dari mobil dinas AURI (Angkatan Udara Republik Indonesia) itu lalu masuk ke asrama. Mereka ingin bertemu dengan Herdini.
“Tak ada firasat atau perasaan apa pun yang kurasakan,” kata Herdini dalam biografinya, Herdini, Cintaku di Angkasa karya Andry Hariana.
Segalanya berubah ketika salah satu tamu mengatakan bahwa Soetedjo mengalami kecelakaan saat bertugas. Herdini mengira tunangannya itu hanya terluka dan masih dapat diselamatkan. Ia terperanjat ketika tamu tersebut menyampaikan bahwa jenazahnya akan dibawa ke Semarang esok hari dan akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semarang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















