- 9 Apr 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 11 Apr
SETELAH terjatuh ke jurang menuju Sleuf Z, jalur setapak berkelok di belantara kaki Gunung Wilis, Bung Tomo termenung memikirkan apakah mesti bermalam di tepi sungai atau melanjutkan perjalanan. Meski keletihan sekaligus kelaparan dan kesakitan, Bung Tomo tak punya pakaian ganti dan logistik. Sementara, langit sudah gelap. Dia tak ingin tersiksa seorang diri dalam sunyi.
Perjalanan Bung Tomo itu terjadi saat Bung Tomo memimpin serombongan Barisan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI) menghindari pasukan Belanda yang terus mendesak usai melancarkan agresinya yang kedua.
Akibat agresi itu, kekuatan perjuangan republik menyingkir ke kantong-kantong yang dianggap aman. Panglima Besar Jenderal Soedirman beserta rombongannya termasuk yang menyingkir sambil bergerilya. Rombongan Soedirman yang memulai perjalanan dari Gunung Kidul, akhirnya mencapai kaki Gunung Wilis pula.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















