top of page

Pengaruh Kebudayaan India di Pantura

Kawasan pantai utara Jawa Tengah diduga paling awal mendapat pengaruh kebudayaan India sebelum berkembang menjadi kerajaan besar di pedalaman Jawa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Kompleks Candi Arjuna di dataran tinggi Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. (Galyna Andrushko/123rf.com).

20 Jun 2020
4 menit membaca

Diperbarui: 20 Apr

NUR ROHMAT, ketua pengurus pembangunan musala, membidik lokasi di tengah lahan persawahan Desa Tohyaning. Di situlah musala akan didirikan bagi para peziarah makam Ki Gede Miyono, tokoh cikal bakal masyarakat Desa Kayen, Kabupaten Pati.


Ketika pembangunan musala dimulai, Nur Rohmat dan kawan-kawan menemukan struktur bangunan dan reruntuhan bata berukuran besar. Mereka kumpulkan bata yang masih untuh untuk merenovasi makam Ki Gede Miyono.


Meski pondasinya telah rampung, pembangunan musala dihentikan. Lokasinya digeser 5 meter dari penemuan bata kuno.


Penemuan bata kuno itu dilaporkan kepada Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BP3) Jawa Tengah. Setelah ditinjau oleh BP3, diketahui bahwa di Desa Kayen terdapat struktur bata kuno yang terpendam dalam tanahhampir seluas kolam renang standar Olimpiade. Temuan lain berupa arca Siwa Mahakala, keramik, dan artefak perunggu.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Dibuang ke Belanda tak menghentikan pergerakan Semaoen. Bekerjasama dengan kelompok sosialis dan komunis serta para pelaut Indonesia. Namun, keputusan membuat kesepakatan dengan Perhimpunan Indonesia mengakibatkan pemecatan.
bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
transparant.png
bottom of page