top of page

Penggalan Akhir Kiprah PPPI

Di masa senjanya, Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI), organisasi di balik Kongres Pemuda yang melahirkan Sumpah Pemuda, lebih radikal.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 28 Okt 2020
  • 3 menit membaca

Hari ini, 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda dilahirkan oleh Kongres Pemuda II yang dihelat di Jalan Kramat, Jakarta 92 tahun lalu. Selain meneguhkan sikap para pemuda akan cita-cita kemerdekaan, dalam kongres itu juga diperdengarkan lagu “Indonesia Raya” karya Wage Rudolf Supratman yang kelak menjadi lagu kebangsaan.


Kongres tersebut diprakarsai Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI). Organisasi yang didirikan mahasiswa-mahasiswa Recht Hooge School (RHS/Sekolah Tinggi Hukum), School tot Opleiding van Indische Artsen (STOVIA), dan Technische Hooge School (TH/Sekolah Tinggi Teknik) Bandung pada tahun 1926 itu menjadi wadah untuk menyatukan gerakan perjuangan kemerdekaan di kalangan pemuda-pelajar.


 “Di dalam perkumpulan mahasiswa ini masalah nasionalisme, kolonialisme dan perjuangan kebangsaan dengan perkembangannya yang terakhir dibicarakan secara serius dan tidak ada waktu dan kesempatan bagi para anggota perhimpunan ini untuk berfoya-foya atau mengadakan pesta-pesta,” kata Ide Anak Agung Gde Agung, salah satu anggota PPPI yang kelak menjadi menjadi menteri luar negeri (1955-1956), dalam Kenangan Masa Lampau: Zaman Kolonial Hindia Belanda dan Zaman Pendudukan Jepang di Bali.


Para anggota PPPI kemudian juga aktif di berbagai organisasi perjuangan. Salah satunya di Indonesia Muda, yang dibentuk sebagai perwujudan dari Sumpah Pemuda.


“Bahkan boleh dikatakan seluruh pimpinan Indonesia Muda itu mahasiswa yang juga anggota PPPI,” kata Subadio Sastrosatomo dalam testimoninya di buku Chairul Saleh Tokoh Kontroversial, “Chairul Saleh, Nasionalis Sejati”.


Dalam kiprahnya, PPPI aktif menentang kolonialisme Belanda. Selain menentang penangkapan para pemimpin PNI, PPPI mendukung Ki Hadjar Dewantara dalam menentang Wilde Scholen Ordonantie atau Undang-Undang Sekolah Liar. PPPI juga menentang upacara peresmian Monumen Van Heutz di Batavia.


“Upacara pembukaan Monumen Van Heutsz, yang bagi pemerintah jajahan adalah suatu upacara khidmat untuk menghormati pahlawan kolonial yang besar berkat perjuangannya di Aceh, pada tahun 1932 dipandang sebagai tantangan pihak pemerintah kepada gerakan nasional Indonesia oleh Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia. Peristiwa tersebut membangkitkan semangat untuk memperkuat barisan kulit berwarna guna mencapai kemerdekaan,” tulis Slamet Muljana dalam Kesadaran Nasional, Dari Kolonialisme Sampai Kemerdekaan.


Sebelum dipaksa bubar oleh pemerintah militer pendudukan Jepang, PPPI dipimpin Chairul Saleh. Di bawah Chairul, PPPI lebih radikal. Ketegasan sikap PPPI itu dibuktikan ketika menentang Petisi Soetardjo.


“Pada saat dalam Volksraad sedang rame-ramenya diperbincangkan masalah Petisi Soetardjo, maka PPPI menolak dengan keras, karena bertentangan dengan asas dan tujuannya. Petisi Soetardjo mengusulkan paling tinggi sampai DominionStatus, sedangkan PPPI dengan terang-terangan memperjuangkan Indonesia Merdeka,” kata Maruto Nitimihardjo, senior Chairul di Recht Hoge School, yang hadir dalam rapat tersebut, lewat testmioninya di buku Chairul Saleh Tokoh Kontroversial, “Chairul Saleh Penggerak Pemuda”.


Ketika pada 1940 Gabungan Politik Indonesia (GAPI) menggelar rapat untuk membahas tuntutan Indonesia berparlemen yang diajukan kepada pemerintah kolonial, Chairul hadir mewakili PPPI. Chairul pun bersuara keras.


“Bung Chairul hadir sebagai salah seorang wakil PPPI yang mengusulkan bahwa jika resolusi GAPI untuk Indonesia berparlemen ditolak pemerintah, semua partai yang bernaung di bawah GAPI supaya melarang anggotanya untuk ber-coperasi dengan pemerintah Hindia Belanda. Sudah barang tentu usul PPPI itu tidak mendapat suara di GAPI,” sambung Maruto yang hadir dalam pertemuan tersebut.


Keteguhan pada cita-cita perjuangan itu terus ditunjukkan Chairul bahkan hingga ketika Perang Pasifik telah pecah. Tak hanya keras bersikap ke luar, Chairul juga tegas ke dalam. Dia amat marah begitu mengetahui Adnan Kapau Gani, seniornya di RHS dan PPPI, main film. Meski alasan Gani melakoninya untuk biaya hidup dan biaya ujian kuliahnya, Chairul tak peduli.


“Apa-apaan Bung Kapau Gani ini, seorang student, sudah hampir dokter, anggota PPPI, GERINDO, kok main film? Gila dia! Nama PPPI, GERINDO, seluruh perjuangan kita terseret ke lumpur! Dia harus keluar dari PPPI!” kata Chairul sebagaimana didengar dan dikutip M. Arifin Andanasasmita dalam testimoninya di buku yang sama.


Sikap Chairul sontak menimbulkan faksi di dalam PPPI, antara yang pro dan kontra. PPPI sampai mengadakan rapat khusus untuk membahasnya. Chairul ditentang keras oleh Sucipto Gondoamidjoyo dalam rapat tersebut. Meski suasananya panas, rapat akhirnya diselesaikan dengan baik. 


“Seingat saya, Bung Adnan Kapau Gani memang dikeluarkan dari PPPI,” sambung Arifin.

Namun, AK Gani tak pernah diketahui meladeni kemarahan Chairul. Konfliknya dengan Chairul bahkan dia yang menyelesaikan. Tak lama setelah mendapatkan kelulusan dari STOVIA dan ditempatkan di Palembang, dia mengirim sebuah telegram.


“Demi persatuan koma stop pertengkaran mengenai saya titik” demikian bunyi telegram AK Gani.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sutan Sjahrir menemui Tan Malaka untuk bekerja sama. Namun, dua tokoh Minang ini tak sejalan dalam perjuangan. Sjahrir memilih diplomasi membuat Tan Malaka oposisi.
bg-gray.jpg
Pohon ini punya narasi mitos bisa menurunkan hujan. Menarik berbagai pemerintah kolonial Eropa untuk mendapatkan dan memperkenalkan tanaman ini ke berbagai negeri jajahan.
bg-gray.jpg
Pernikahan pertama Maria Ullfah berakhir duka. Suaminya tewas ditembak tentara Belanda. Musim semi kedua terjalin bersama Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Beberapa perahu layar berkejaran di lautan lepas. Adu cepat dan ketangkasan membawa hasil bumi Indonesia. Sebuah perlombaan dan tradisi yang tak sepenuhnya hilang.
80 tahun peristiwa upaya kudeta pertama di Indonesia.
80 tahun peristiwa upaya kudeta pertama di Indonesia.
Kedigdayaan Jerman dalam adu penalti mentok setengah abad. Adu penalti jadi solusi penentuan pemenang yang sebelumnya ditentukan lewat laga ulang atau lempar koin.
Kedigdayaan Jerman dalam adu penalti mentok setengah abad. Adu penalti jadi solusi penentuan pemenang yang sebelumnya ditentukan lewat laga ulang atau lempar koin.
Kostrad menggandeng artis dan seniman dalam operasi penumpasan PKI. Mereka digunakan untuk menghibur prajurit TNI, aktivis mahasiswa, dan ormas anti-PKI.
Kostrad menggandeng artis dan seniman dalam operasi penumpasan PKI. Mereka digunakan untuk menghibur prajurit TNI, aktivis mahasiswa, dan ormas anti-PKI.
Sudiro dipercaya memimpin Jakarta setelah mempertaruhkan nyawa di Sulawesi. Mengabdi sebagai gubernur yang dipilih rakyat.
Sudiro dipercaya memimpin Jakarta setelah mempertaruhkan nyawa di Sulawesi. Mengabdi sebagai gubernur yang dipilih rakyat.
Sudiro selain mengajar dari satu tempat ke tempat, sedari muda sudah terjun ke dalam dunia pergerakan hingga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan.
Sudiro selain mengajar dari satu tempat ke tempat, sedari muda sudah terjun ke dalam dunia pergerakan hingga memiliki peran penting dalam perjuangan kemerdekaan.
Buku fiksi untuk anak-anak. Diterjemahkan ke lebih dari 600 bahasa dan dialek di seluruh dunia. Menempatkannya di posisi kedua sebagai buku paling banyak diterjemahkan setelah Alkitab.
Buku fiksi untuk anak-anak. Diterjemahkan ke lebih dari 600 bahasa dan dialek di seluruh dunia. Menempatkannya di posisi kedua sebagai buku paling banyak diterjemahkan setelah Alkitab.
transparant.png
bottom of page