top of page

Perang Bubat Masih Pekat

Kisah tragis pernikahan raja Majapahit dengan putri Sunda yang melayang di tanah lapang Bubat. Apakah Perang Bubat peristiwa historis atau legenda belaka?

loading_historia_white.gif
transparant.png

Peta perjalanan pasukan kerajaan Sunda ke Majapahit dalam Perang Bubat karya Aan Merdeka Permana.

  • 29 Jan 2023
  • 6 menit membaca

Diperbarui: 23 Jun

BHRE Prabu Hayam Wuruk yang menghendaki putri Sunda mengutus Patih Madhu, seorang mantri senior, untuk mengundang pihak Sunda. Tak keberatan jadi besan, datanglah Raja Sunda Prabu Maharaja ke Majapahit. Alih-alih diterima dengan pesta menyambutan, mereka menghadapi sikap keras Mahapatih Gajah Mada yang menghendaki putri Sunda sebagai persembahan. Pihak Sunda tak setuju dan bertekad perang.


Gajah Mada memberi tahu perilaku orang Sunda. Bra Prameswara dari Wengker menyatakan siap bertempur. Maka, pasukan Majapahit mengepung orang-orang Sunda. Tak mau menyerah, orang-orang Sunda memilih mempertaruhkan nyawa. Pertempuran tak terelakkan. Sorak-sorai bergemuruh ditingkahi bunyi reyong. Raja Sunda, Prabu Maharaja, meregang nyawa paling awal.


Bra Prameswara datang ke Bubat, tak tahu masih banyak orang Sunda yang belum gugur. Tak ayal pasukannya mendapat serangan dan porak-poranda. Namun, ia segera melakukan serangan balasan.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Maria Ullfah suffered a series of losses during her life. She lost four of her loved ones in a very short time.
bg-gray.jpg
Sebagai pegawai kereta api, masa depan Semaoen terjamin. Namun, dia memilih terjun ke pergerakan karena melihat ketidakadilan yang dialami rakyat jajahan.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s first marriage ended in tragedy. Her husband was shot and killed by Dutch soldiers. Her second spring of love unfolded with Soebadio Sastrosatomo.
bg-gray.jpg
Captain Drury, a veteran of the Java Invasion, is the only British person buried in the old Dutch cemetery at the Bogor Botanical Gardens.
transparant.png
bottom of page