- 26 Agu 2022
- 4 menit membaca
Diperbarui: 12 Mei
SETELAH Indonesia merdeka, Belanda datang kembali dengan membonceng Sekutu. Belanda kemudian membentuk NICA (Pemerintah Sipil Hindia Belanda) yang mengancam Republik Indonesia yang baru seumur jagung. Tentu saja bangsa Indonesia menolak dijajah kembali oleh Belanda.
Oleh karena itu, setiap orang termasuk para perempuan terpanggil untuk berjuang mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Salah satunya anak bangsawan Banten dari trah Djajadiningrat.
Roswita Tanis Djajadiningrat mendapat tawaran dari dr. Imam, Kepala Djawatan Kesehatan Tentara (DKT) Divisi VIII, untuk menjadi perawat di front Malang Selatan, lokasi pertempuran pasukan Republik melawan Belanda. Roswita dengan senang hati menerima tawaran itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















