top of page

Pesawat Berlambang Nazi di Bali

Sebuah foto pesawat berlambang Nazi yang mendarat di Bali menimbulkan tanda tanya.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Pesawat Berlambang Nazi di Bali.

  • 14 Agu 2013
  • 3 menit membaca

Diperbarui: 21 Apr

SENIMAN swiss terkenal, Theo Meier, mengambil foto pesawat berlogo Nazi, swastika, dengan beberapa gadis Bali antara tanggal 7-15 Januari 1938. Foto tersebut dimuat dalam buku Theo Meier: A Swiss Artist Under the Tropics karya Didier Hamel.


Bagaimana konteks sejarah di balik foto itu dan mengapa pesawat itu melakukan terbang jarak jauh? Menurut Mark Winkel dalam Bali Expat, 20 Juni-3 Juli 2012, setelah membandingkan bentuk pesawat (terutama bentuk kanopi kokpit dan sirip ekor pesawat yang tidak biasa) dengan semua pesawat yang dikenal dalam Luftwaffe (Angkatan Udara Jerman), yang sebelum tahun 1939 adalah pesawat sipil dan pasca-1939 menjadi pesawat militer, tetapi memiliki tanda sama, termasuk swastika pada kemudi ekor; jelas bahwa pesawat itu bukan pesawat tempur karena terlalu kecil dan tidak ada senjata di atasnya.


“Jadi saya kira mungkin ini pesawat pengintaian atau pelatihan,“ kata Winkel.


Pesawat ini adalah prototipe kedua dari Arado 79. Dibuat oleh dua orang pelatih olahraga-terbang pada 1937, yang menerbangkannya dari Jerman ke Sydney, Australia melalui Hindia Belanda. “Foto itu mungkin diambil antara tangggal 7-15 Januari 1938 dan perempuan dalam foto itu kemungkinan sekarang berusia sekitar 75-80 tahun,” tulis Winkel.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Getol berorganisasi ketimbang kuliah, Ahmad Subardjo mengubah haluan Perhimpunan Indonesia. Menggagas lambang sampai bikin kopiah untuk identitas nasional.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah dituduh pro-Amerika gara-gara meloloskan flm Hollywood.
bg-gray.jpg
Presiden Sukarno menggagas program transmigrasi Djajaloka untuk menyejahterakan eks pejuang Perang Kemerdekaan. Gejolak politik dan transisi kekuasaan menjadikannya melenceng dari tujuan awal.
bg-gray.jpg
Ahmad Subardjo melanjutkan pendidikan ke Belanda. Dia berjejaring dengan orang-orang dari berbagai negara dalam gerakan melawan imperialisme dan kolonialisme.
Bongkahan ubin menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan oleh penjajah dan penguasa feodal yang digaungkan Multatuli melalui bukunya, Max Havelaar.
Bongkahan ubin menjadi simbol perlawanan terhadap penindasan oleh penjajah dan penguasa feodal yang digaungkan Multatuli melalui bukunya, Max Havelaar.
Pekan Olahraga Nasional pertama digelar pada masa perang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda.
Pekan Olahraga Nasional pertama digelar pada masa perang mempertahankan kemerdekaan melawan Belanda.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI)  di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Pembangunan Museum Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI) di Koto Tinggi bukan mangkrak namun hanya “membutuhkan dana dan komitmen besar” dari berbagai pihak yang terlibat dalam pekerjaan ini.
Meski terkena wabah, para ulama ini tetap berkarya. Mencatat pengalamannya selama menghadapi wabah.
Meski terkena wabah, para ulama ini tetap berkarya. Mencatat pengalamannya selama menghadapi wabah.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
Kumpulan lukisan koleksi Istana Kepresidenan kembali dipamerkan di Jakarta. Ada kisah menarik di baliknya
transparant.png
bottom of page