- 18 Jul 2021
- 3 menit membaca
SUATU siang 73 tahun yang lalu, Atjep Abidien tengah berjalan di atas pematang sawah ketika sebuah truk militer tertutup berhenti di depan-nya. Alih-alih menghindar, dia malah langsung bersembunyi di balik semak-semak. Sebagai anggota gerilyawan Republik, keingintahuannya lebih besar dibanding ketakutannya saat melihat kendaraan militer Belanda yang mencurigakan itu.
Benar saja, begitu berhenti di depan hutan Cigunung Putri (masuk wilayah Kecamatan Takokak, Cianjur), tiga prajurit berbaret hijau dengan senjata terkokang, keluar dari truk tersebut. Mereka terdiri dari dua orang bule dan seorang pribumi.
“Saya tahu salah satu dari bule itu adalah algojo Belanda yang terkenal paling bengis. Namanya Werling,” kenang lelaki kelahiran tahun 1925 itu.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















