top of page

Sejarah Indonesia

Advertisement

PKI di Tangan Tokoh Tua

Tokoh tua mengambil alih kepemimpinan PKI. Kerjasama dan mendukung perundingan dengan Belanda.

23 Sep 2025

Dengarkan artikel

bg-gray.jpg
bg-gray.jpg
camera overlay
camera_edited_30.png

Sardjono (kanan) dan Boerhanoedin sebagai editor Penjoeloeh. (Repro Harry A. Poeze, PKI Sibar).

  • 23 Sep 2025
  • 4 menit membaca

Diperbarui: 20 Nov 2025

PADA awal 1946, tokoh-tokoh PKI dari Belanda dan Australia mulai berdatangan ke Indonesia. Organ yang mereka temui adalah PKI Joesoef yang tak diakui dan sudah dilikuidasi. Ada grup pemuda yang pada 1943 berusaha bikin jaringan dan merupakan sisa dari sel-sel partai yang dibangun Musso. Grup lainnya telah menyusun perlawanan anti-Jepang di Jawa Barat atas usaha Widarta. Pada Maret 1946, mereka mengadakan rapat di Jakarta serta memutuskan melakukan konsolidasi.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

Advertisement

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Yang Tersisa dari Warisan Salahuddin di Pelosok Prancis

Alkisah Masjid Buzancy di Ardennes, Prancis yang dibangun atas permintaan Sultan Salahuddin. Hancur semasa Revolusi Prancis. Kini beralih fungsi jadi sekolah.
Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

Bukan Band Manis, God Bless Band Idealis

God Bless tak mau sembarangan bikin album. Laris bukan tujuan mereka menelurkan album.
Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Titi Papan dan Awal Tembakau Deli

Kebun pertama tembakau Deli kini menjadi perkampungan di sekitar Jalan Platina, Medan.
“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

“Cari Adil, Dapat Bedil” dari Lurah Blasteran

Dianggap menggerakan massa melawan pemerintah kolonial, Kuwu Groeneveld menanggung hukuman tak ringan.
Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen Mengkristenkan Jawa

Coolen menyebarkan Kristen menggunakan wayang. Dia melakukan akulturasi ajaran Kristen dengan budaya Jawa sehingga berbeda dengan Kristen Belanda.
bottom of page