- 10 Apr 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 1 Mei
BERSELANG dua hari pasca-pertemuan dan wawancara dengan enam pemimpin redaksi dan seorang presenter TV nasional di Hambalang, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali dirinya dan pemerintahannya tidaklah antikritik tapi harus waspada terhadap propaganda hoaks. Hal itu ia sampaikan dalam sambutannya pada pembukaan Sarasehan Ekonomi di Menara Mandiri, Jakarta, Selasa (8/4/2025).
Sejak dilantik sekitar enam bulan silam, pemerintahan Prabowo banjir kritik dan bahkan sempat diterpa gelombang unjuk rasa “Indonesia Gelap” oleh mahasiswa dan masyarakat sipil. Terkait desakan sejumlah isu, sekali lagi Presiden Prabowo menegaskan ia siap menerima segala kritik. Hanya saja, presiden mewanti-wanti publik untuk berhati-hati memilah antara kritik dan propaganda hoaks ala Joseph Gobbels, menteri propaganda Jerman era rezim Nazi (1933-1945).
“Umpamanya ada yang dengan keras yakin bahwa matahari terbit dari barat. Karena dia ngomong 500-1.000 kali, jangan-jangan ada sebagian rakyat kita yang percaya. Itu adalah ilmu propaganda. Itu keahlian Hitler dan Joseph Goebbels. Kalau kebohongan diulangi berkali-kali dan terus-menerus, lama-lama orang percaya dengan kebohongan. Itu ada di buku The Art of Propaganda,” ujar Presiden Prabowo, dilansir laman Sekretariat Negara, Selasa (8/4/2025).
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















