- 4 Agu 2018
- 2 menit membaca
Diperbarui: 25 Apr
PADA 1980-an, KSAD Jenderal TNI R. Widodo gelisah memikirkan 2.000 bintara yang akan pensiun. Dia menanyakan kepada Bondan Gunawan –kelak menjadi menteri sekretaris negara masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid– apakah dapat mencarikan pekerjaan untuk mereka?
Bondan kemudian menghubungi dua pengusaha di Jakarta, Suko Sudarso dan Ir. Harsono, seniornya di GMNI (Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia). Dia menanyakan apakah bisa mencarikan pekerjaan bagi 2.000 bintara TNI yang bakal pensiun. Mereka mengatakan punya hubungan baik dengan Kedutaan Besar Arab Saudi di Jakarta, terutama dengan pejabatnya bernama Bakr Khomais.
Kebetulan, saat itu pemerintah Arab Saudi memerlukan banyak tenaga kerja, terutama para mekanik dan sopir pada musim haji. “Singkat kata, para bintara pensiunan itu bisa dipekerjakan di Arab Saudi. Peluang itu langsung ditindaklanjuti dengan membentuk PT. Rabindo sebagai perusahaan pengirim tenaga kerja ke Arab Saudi,” kata Bondan Gunawan dalam memoarnya, Hari-hari Terakhir Bersama Gus Dur.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















