- 1 Jan 2025
- 3 menit membaca
Diperbarui: 14 Mei
SETELAH minggu kedua bulan Desember adalah waktu yang tepat untuk makan durian di sekitar Muaro Jambi. Di poros jalan antara kota Jambi menuju arah Candi Muaro Jambi, pedagang-pedagang durian banyak terlihat. Harga durian di pinggiran jalan itu relatif murah. Apalagi jika mau berburu ke arah Kumpeh, sebuah kecamatan di Kabupaten Muaro Jambi.
“Dua ratus ribu bisa bawa karung,” kisah Dwi Raharyoso, pengajar sastra Universitas Jambi, menceritakan koleganya yang sukses berburu durian ke daerah Kumpeh. Selain mengalami musim durian, Kumpeh juga mengalami musim duku. Duku Kumpeh juga terkenal.
Selain terkenal dengan duku dan duriannya, Kumpeh juga punya cerita. Antara 1890 hingga 1906, terjadi Perang Kumpeh di sana. Perang tersebut antara orang-orang Jambi di bawah Kesultanan Jambi melawan tentara kolonial Koninklijk Nederlandsch Indisch Leger (KNIL), yang embrionya telah ada sejak kesultanan melawanan monopoli perdagangan VOC di Jambi. Kendati timbul-tenggelam, perlawanan Kesultanan Jambi terus eksis hingga menjelang abad ke-20 datang.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















