- 27 Mei 2012
- 4 menit membaca
Diperbarui: 23 Apr
PADA pertengahan abad 19, saat masyarakat bumiputera masih mengalami diskriminasi, dia dengan mudahnya berdansa-dansi dengan para bangsawan Eropa. Saat seniman tanah air belum mengenal aklirik untuk melukis, dia dengan asyiknya menggoreskannya di atas kanvas. Bakat melukisnya membuatnya diterima di tengah pergaulan kaum elite Eropa.
"Di Jerman dia pernah diundang makan malam oleh Ratu Victoria. Itu luar biasa. Kalau diibaratkan saat ini, sama halnya diundang makan oleh Obama. Luar biasa, hebat, dan orang itu berasal dari sini, pelukis Jawa," kata kurator asal Jerman, Werner Kraus.
Menempuh pendidikan seni di Eropa, Raden Saleh Syarif Bustaman menjadi seniman Nusantara pertama yang melukis dengan disiplin lukis ala Barat. Dia mengembangkan teknik perspektif, kesempurnaan bentuk, proporsi, perwujudan yang fotorealistik, komposisi segitiga, dan juga nuansa klasik. Tak heran jika dia dinobatkan sebagai pelopor seni lukis modern Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















