top of page

Raja Kristen Bugis

Provinsi ini terkenal sebagai wilayah Islam. Namun, pernah ada raja Kristen di tanah Bugis sampai salah satu putrinya dibawa lari.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 12 Jun 2024
  • 2 menit membaca

Diperbarui: 26 Jun 2025

ORANG Sulawesi Selatan sudah punya agama lokal sebelum agama-agama dari luar datang dan dianut hingga sekarang. Islam adalah agama yang kini paling banyak dianut penduduknya meski bukan agama luar yang datang pertama ke sana. Agama Kristen lebih dulu menarik minat beberapa bangsawan Makassar pada abad ke-16. Agama Kristen dan Islam sama-sama dikenal karena perdagangan internasional.


Sulawesi Selatan dengan Pelabuhan Makassarnya menjadi salah satu titik di timur dalam perniagaan internasional itu. Dari pelabuhan tersebut, orang Portugis di Malaka mendapatkan beras, kelapa, mangga, pisang, dan sayur-sayuran.


Di Makassar, orang Portugis –yang beragama Katolik– itu berurusan dengan bangsawan setempat, entah itu dari Gowa ataupun Tallo. Ketika Portugis punya pangkalan di Ternate, orang Makassar pun pernah datang berkunjung. Kala itu gubernur Portugis di Ternate adalah Antonio Galvao (1490-1557).


“Pada tahun 1537 beberapa utusan dan bangsawan dari Makassar datang ke Ternate. Mereka bertemu dengan dan terkesan oleh Antonio Galvao, tertarik belajar seluk-beluk agama Kristen, sampai menerima baptisan,” catat Jan Aritonang dalam Sejarah Perjumpaan Kristen dan Islam di Indonesia.


Sekitar 1542, seorang pedagang Portugis bernama Antonio de Paiva berangkat dari Malaka ke Sualwesi Selatan. Dia hendak menuju Durate, di antara Toli-toli dan Dampelas, di barat laut Sualwesi. Dalam perjalanannya, Paiva singgah ke Kerajaan Siang, Pangkajene, Sulawesi Selatan, untuk mencari kayu cendana. Dalam pelayaran pulang pun Paiva singgah lagi di Siang. Paiva sempat terpaksa tinggal selama beberapa bulan di sana karena sakit.


Pada 1544, Paiva datang lagi ke Siang. Selain ke Siang, Paiva juga datang ke Suppa, utara kota Pare-pare Sulawesi Selatan. Baik Siang maupun Suppa dikenal sebagai wilayah orang-orang Bugis. Paiva akrab dengan raja Siang dan Suppa. Dia biasa berbincang-bincang dengan mereka. Kedekatan itu sampai membuat raja-raja itu pun tertarik dengan ajaran agama yang dianut oleh Paiva. Raja-raja itu bahkan minta dibaptis juga. Bangsawan yang dibaptis itu menjadi pintu masuk penyebaran agama Kristen di Sulawesi Selatan.


Paiva kemudian membawa empat pemuda dari kerajaan-kerajaan itu ke Malaka. Raja-raja itu juga membawakan hadiah kepada raja Portugis. Kepada gubernur Portugis di Malaka, mereka minta dikirimi pendeta dan juga militer.


“Dengan kata lain, kedua raja tersebut memanfaatkan persamaan agama yang baru mereka anut untuk membuat persekutuan militer, mungkin untuk menghadapi ancaman Gowa Tallo,” catat Pelras.


Kisah pembaptisan raja-raja Bugis dan bangsawan-bangsawa Makassar tadi sampailah ke telinga seorang misionaris yang masyur bernama Fransiscus Xaverius. Fransiscus Xaverius pun melakukan perjalanan ke Malaka. Dia urung ke Siang karena adanya perang antara Sidenreng dan Wajo. Namun, sebuah kapal Portugis tiba di Sulawesi Selatan sekitar 1545. Salah satu kapalnya membawa seorang pendeta bernama Vincente Viegas. Pendeta ini berhasil mengajak raja Alitta, di sekitar kota Pinrang, dan Bacukiki (di perbatasan Pare-pare, Barru dan Sidenreng-Rappang). Keduanya merupakan sekutu Suppa. Konon Vincente Viegas juga membaptis raja Tallo.


Toh, hubungan baik Portugis dan Suppa ada masanya. Hubungan itu berakhir lantaran kelakuan salah satu perwira Portugis yang membawa lari putri penguasa Suppa. Ketika pecah kabar putri tersebut lari dari rumahnya, kapal Portugis buru-buru angkat kaki dari Suppa.


Kawin lari atau silariang adalah penghinaan bagi keluarga gadis yang dibawa lari. Hukumannya adalah kematian bagi si pelaku yang membawa lari. Kapal Portugis kemudian tak singgah ke Suppa lagi. Di Malaka, putri Suppa yang dibawa lari itu dinikahi si perwira yang membawa lari. Sementara Paiva yang tak lagi di Siang pada 1544 sudah makin dekat dengan Gowa-Tallo karena merasa nyaman di pelabuhan sekitar Gowa-Tallo.*

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Mahmoud Abbas tak punya legitimasi, kata sejarawan Vijay Prashad. Pemimpin Palestina sebenarnya ada di penjara, salah satunya Marwan Barghouti.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
transparant.png
bottom of page