top of page

Seberapa Mahal Meminang Perempuan Bugis?

Di masyarakat Bugis, prosesi pernikahan menghabiskan biaya yang tinggi. Tujuannya untuk menaikkan status sosial hingga memperluas relasi kuasa.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Sipakarawa (saling memudahkan). Salah satu prosesi perkawinan Bugis setelah akad nikah dinyatakan sempurna. Ambe Botting (wali pengantin laki-laki), melakukan ritual agar kedua pasangan saling menyayangi dan langgeng. (Eko Rusdianto/Historia.ID).

17 Nov 2015
3 menit membaca

PADA suatu malam di Sorowako, seorang pemuda menceritakan perjalanan cintanya selama enam tahun yang harus kandas karena biaya pernikahan. Keluarga pihak perempuan meminta syarat uang panaik sebanyak Rp120 juta. Sementara si pemuda hanya mampu Rp80 juta.


Fenomena ini menghantui pemuda dan pemudi di Sulawesi Selatan. Laki-laki harus bekerja keras mengumpulkan uang lalu diserahkan kepada pihak perempuan. Biasanya, pernikahan dengan uang panaik antara Rp5 juta hingga Rp15 juta, dianggap tidak bergengsi. Maka pesta pernikahan pun akan dilaksanakan dengan sederhana.


Seorang pemuda lain, Fajar Thalib memandang uang panaik yang dibebankan pada laki-laki cukup membebani, namun pemicu semangat. “Jadi ada usaha besar dalam mencari pekerjaan yang layak dan menghasilkan sejumlah uang. Jadi sebelum menikah, laki-laki tak berpikir bagaimana kehidupan kedepan, tapi berpikir menyelamatkan uang panaik,” katanya.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Gatot Soebroto menjadi tentara Belanda ditentang sang ayah karena tidak ingin anaknya menjadi penindas bangsanya. Dia membuktikan diri sebagai tentara yang peduli kaum lemah hingga dicap sersan gila oleh atasannya.
bg-gray.jpg
Ikut dikirim ke Ambon, Gatot Soebroto dikira keluarganya sudah mati. Masa Pendudukan Jepang membuatnya “menukar” seragam dari KNIL ke PETA.
bg-gray.jpg
Maria Ullfah’s long journey to fight for justice for women came to a halt during the Japanese occupation.
bg-gray.jpg
Gatot Soebroto berani dan suka berkelahi, yang berakibat dikeluarkan dari sekolah. Di balik sikap kerasnya, dia baik hati ibarat seharum tanjung tetapi sekeras baja.
Qaramitah mendirikan negara dengan gagasan sistem kas bersama dan menghapus feodalisme. Namun mereka juga menerapkan perbudakan dan membantai jamaah haji hingga mencuri Hajar Aswad.
Qaramitah mendirikan negara dengan gagasan sistem kas bersama dan menghapus feodalisme. Namun mereka juga menerapkan perbudakan dan membantai jamaah haji hingga mencuri Hajar Aswad.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Kolaborasi kelompok teater Belanda-Indonesia di Festival Teater Jakarta. Mengangkat repertoir eks-KNIL dengan trauma dan fantasinya.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Dokumenter pahlawan dari Fuentalbilla yang ditempa di La Masia. Memendam beban psikis di balik sifatnya yang kalem dan dingin.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Mengenal sepakbola dari ekspatriat, negeri kecil di Teluk Persia ini tampil di pentas internasional lewat Piala Dunia.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Dengan bantuan Uni Soviet, Indonesia pernah hampir memiliki Institut Oceanografi di Ambon. Ditelantarkan Orde Baru.
Lewat pendekatan budaya, Abdul Rasjid, delegasi Srilanka dalam KIAA melancarkan diplomasinya yang membuat para delegasi lainnya berderai tawa. Dia juga sosok di balik gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan yang melekat pada Bung Karno.
Lewat pendekatan budaya, Abdul Rasjid, delegasi Srilanka dalam KIAA melancarkan diplomasinya yang membuat para delegasi lainnya berderai tawa. Dia juga sosok di balik gelar Pahlawan Islam dan Kemerdekaan yang melekat pada Bung Karno.
transparant.png
bottom of page