- 10 Jul 2018
- 3 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
RANGGALAWE, adipati Tuban, memprotes keputusan Raden Wijaya, raja Majapahit, yang memilih Nambi sebagai patih amangkubhumi. Dia merasa dirinya atau Lembu Sora lebih pantas. Inilah yang mengawali rentetan pemberontakan di awal berdirinya negara Wilwatikta.
Sebelumnya, Wijaya membagikan jabatan tinggi kepada rekan-rekan seperjuangan yang setia mendampinginya dalam pelarian dari tentara Jayakatwang. Sebagian nama pengikut Kertarajasa itu dijumpai dalam beberapa prasasti.
Prasasti Kudadu (1294 M) menyebut Wiraraja sebagai mantri mahawiradikara. Prasasti Sukamrta (1296 M) menyebut Mpu Tambi (Nambi) sebagai rakryan mapatih, lebih tinggi dari Mpu Sora sebagai rakryan apatih di Daha.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

















