- 17 Jul 2025
- 5 menit membaca
Diperbarui: 2 Mei
GUBERNUR Pantai Timur Laut Jawa, Nicolaas Engelhard, meragukan Daendels sebagai gubernur jenderal karena tidak membawa surat resmi pengangkatan dirinya oleh Raja Belanda, Louis Napoleon. Engelhard menularkan keraguannya kepada Gubernur Jenderal A.H. Wiese dan mendesaknya jangan menyerahkan kekuasaan kepada Daendels.
Menyadari keraguan Wiese, pada 9 Januari 1808 Daendels membuat pernyataan resmi secara tertulis dan dibacakan di depan sidang Pemerintahan Tertinggi (Hooge Regeering) bahwa dirinya gubernur jenderal yang baru. Engelhard memiliki kekuasaan yang besar dan kepentingannya terusik dengan kedatangan Daendels yang membawa misi mereformasi birokrasi di Hindia Belanda.
“Salah satu tindakan yang diambil Gubernur Jenderal Daendels adalah reformasi total administrasi. Semua reformasi ini sangat penting. Dengan itu sistem lama Kompeni dihancurkan dan fondasi untuk sistem baru diletakkan,” tulis Bernard H.M. Vlekke dalam Nusantara: Sejarah Indonesia.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















