- 22 Jul 2025
- 8 menit membaca
Diperbarui: 2 hari yang lalu
KOLONEL Jean Phillippe Francoise Filz, pemimpin Fort Victoria, menyerahkan benteng itu beserta 400 peti rempah yang siap dikirim ke Amerika, kepada Inggris. Kalah jumlah pasukan, Filz memilih menyerah sebelum bertempur. Berikutnya Inggris menguasai benteng Nassau dan benteng Amsterdam di Manado pada 16 dan 24 Juni 1810, serta Ternate pada 26 Agustus 1810.
Daendels sangat marah ketika menerima laporan bahwa Ambon diserahkan begitu saja kepada Inggris pada 19 Februari 1810. Dia memerintahkan menangkap dan mengadili Filz. Mahkamah militer tinggi memvonis Filz dengan hukuman mati.
“Setelah Inggris menguasai Ambon, Daendels yakin sebentar lagi Jawa akan diserang,” kata sejarawan Djoko Marihandono kepada Historia.ID. Oleh karena itu, lanjut Djoko yang menulis disertasi tentang sentralisasi kekuasaan Daendels di Universitas Indonesia tahun 2005, “Daendels memutuskan untuk membangun benteng pertahanan terbesar di Meester Cornelis (sekarang Matraman Jakarta).”
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















