- 2 jam yang lalu
- 3 menit membaca
RUMOR tentang doppelgänger atau sosok pengganti Adolf Hitler tak hanya muncul ketika pasukan Soviet mencari keberadaan pemimpin Nazi itu setelah menguasai Berlin pada akhir Perang Dunia II. Kabar Hitler memiliki sosok pengganti untuk menyesatkan musuh juga muncul tahun 1930-an.
Sebuah surat kabar memuat berita bahwa Hitler memiliki sosok pengganti yang bertugas untuk menggantikannya dalam acara-acara tertentu. Menurut Sven-Felix Kellerhoff dalam artikel “Hatte Hitler Doppelgänger–Oder Nicht?” di WELT, 29 September 2023, taktik itu terbongkar karena sosis.
“Semuanya berawal dari Bratwurste (sosis khas Jerman, red.). Makanan itulah yang mengungkap rahasia tersebut –setidaknya menurut South China Morning Post. Surat kabar berbahasa Inggris dari Hong Kong itu pada 18 Januari 1939 memuat berita spektakuler di halaman 14, pojok kanan bawah, dengan judul ‘Hitler Memiliki Kembaran’,” tulis Kellerhoff.
Berita tersebut mengungkapkan bahwa di München, seorang pria yang memiliki penampilan seperti Hitler duduk di restoran hotel terkenal Vier Jahreszeiten. Pria itu tidak hanya memiliki kumis tipis yang khas di bawah hidungnya, tetapi juga mengenakan seragam partai berwarna cokelat dan ditemani beberapa pejabat dari Braunes Haus, markas besar partai NSDAP.
Pria yang tampak seperti Führer dan Kanselir Reich itu memesan menu makan siang, Bratwurste yang ditulis dengan terjemahan bahasa Inggris, sausages. Disusul kalimat sederhana bahwa Hitler seorang vegetarian. Atas dasar ini muncul rumor pria itu hanyalah sosok pengganti.
Lewat sosis yang dipesan oleh sosok pengganti itu terungkap bahwa Hitler memiliki sejumlah orang yang mirip dengannya dan bertugas dalam keadaan tertentu untuk menghindari kemungkinan Hitler dalam bahaya.
“Tidak diketahui apakah redaksi di Hong Kong sendiri percaya dengan apa yang mereka terbitkan. Bagaimanapun, tidak ada surat kabar berbahasa Inggris lain yang memuat cerita ini, dan tidak ada reaksi apa pun terhadapnya yang tercatat. Namun, anggapan bahwa Hitler memiliki sekelompok kembaran tetap bertahan hingga abad ke-21,” tulis Kellerhoff.
Anggapan Kellerhoff terbukti benar dengan populernya foto dari Berlin yang diambil pada Mei 1945. Dalam gambar yang diambil dari potongan film pendek itu terlihat beberapa tentara Soviet berdiri di depan mayat dengan kumis khas.
“Seseorang telah meletakkan salah satu potret khas Hitler di dada mayat tersebut, meskipun hal itu justru semakin memperjelas bahwa mayat tersebut tidak mungkin orang yang digambarkan. Pasalnya, dagu, rahang, dan hidung, serta alisnya, terlalu berbeda,” tulis Kellerhoff. Jenazah pria berkumis tipis itu diduga adalah Gustav Weler atau Veler.
Sejarawan Hugh Thomas mencatat dalam Doppelgangers: The Truth about the Bodies in the Berlin Bunker, upaya NKVD, badan polisi rahasia dan intelijen Uni Soviet, mencari bukti bahwa jenazah tersebut adalah Hitler justru membawa mereka pada rumor sosok pengganti Hitler.
“Tugas yang tampaknya mustahil ini dengan cepat membuahkan hasil. Kelompok operasional di kota Bernau memeroleh informasi tentang seorang bernama Gustav Veler yang sangat mirip dengan Fuhrer. Hingga tahun 1944, dia tinggal di Berlin, pernah dipanggil lebih dari sekali oleh Gestapo, yang menyarankannya agar dia mengubah gaya rambutnya dan mencukur kumisnya. NKVD mengetahui bahwa Veler telah dipanggil oleh Himmler dan diperingatkan, ‘Jika kamu menata rambutmu seperti Fuhrer, kamu akan menghilang selamanya’,” tulis Thomas.
NKVD mewawancarai anggota Gestapo yang pernah memanggil Veler. Foto Veler disertakan dalam laporan NKVD yang menunjukkan kemiripan yang mencolok dengan Hitler. Pertanyaan mendetail kepada anggota Gestapo itu mengonfirmasi bahwa sosok yang mirip Hitler memang ada dan Gestapo menyadarinya.
Meski rumor sosok pengganti Hitler semakin menyeruak di akhir Perang Dunia II, kebenarannya masih diragukan. Menurut Arthur H. Mitchell dalam Hitler’s Mountain: The Fuhrer, Obersalzberg and the American Occupation of Berchtesgaden, salah satu ajudan Hitler, Wilhelm Brueckner, setelah berakhirnya Perang Dunia II, meragukan pemimpinnya itu menggunakan sosok pengganti.
“Kemungkinan menggunakan sosok pengganti dikecualikan karena rasa jijik Hitler terhadap strategi semacam itu. Namun, Brueckner telah berhenti menjadi ajudan pada 1940. Bukti yang lebih meyakinkan diberikan oleh Johannes Hentschel, kepala teknisi listrik di Kantor Kanselir dan orang terakhir yang meninggalkan bunker Fuhrer, yang menyatakan bahwa dia tidak pernah melihat kembaran Hitler,” tulis Mitchell.
Pasukan Soviet yang tiba di bunker Fuhrer pada awal Mei 1945 begitu antusias ketika menemukan jenazah yang mereka anggap Hitler di antara beberapa mayat lain dan segera memotret mayat tersebut. Namun, kebahagiaan mereka hancur ketika seseorang menyadari bahwa mayat itu mengenakan kaus kaki yang dijahit, sama sekali bukan gaya khas Hitler.
Beberapa hari setelah pemotretan itu, para staf Kanselir diminta memberikan pendapat. Tiga di antara mereka tidak mengenali jenazah tersebut sebagai Hitler. Sementara seorang pelayan menyatakan bahwa jenazah itu adalah seorang juru masak yang dikenalnya dan dibunuh karena kemiripannya yang mencolok dengan Hitler.
“Seorang perwira Rusia di tempat kejadian menyatakan bahwa dua doppelgänger ditemukan –satu di jalan dekat sana dan satu lagi di dalam bunker. Namun, Peter Hoffmann, pakar keamanan pribadi Hitler, meragukan bahwa Hitler menggunakan doppelgänger, dan David Irving, yang menghabiskan bertahun-tahun meneliti Hitler, tidak menemukan bukti praktik tersebut,” tulis Mitchell.*


















Komentar