top of page

Saat Mandi Perlu Wangi

Sebelum sabun terjangkau oleh berbagai kalangan, masih banyak orang yang menggunakan batu untuk mandi. Kini, sabun menjadi kebutuhan untuk membersihkan badan.

loading_historia_white.gif
transparant.png
  • 23 Mei 2024
  • 3 menit membaca

DI sejumlah daerah hingga 1980-an, masih banyak orang membersihkan badan dengan menggunakan batu. Rasanya memang tak nyaman, tetapi batu itu cukup ampuh menggerus daki di kulit. Padahal, saat itu, bahkan beratus tahun lalu, sabun sudah dikenal dan menemani rutinitas bersih-bersih nan menyegarkan. 


Kini, nyaris sulit menemukan orang yang masih menggunakan batu. Sabun mandi, dari batangan hingga cair, menjadi barang kebutuhan sehari-hari yang pasti ditemukan di rumah-rumah. Sabun membuat badan menjadi bersih dan wangi. 


2800 SM


Keterangan tertua mengenai pembuatan bahan seperti sabun diperoleh dari sebuah tabung dari tanah liat, hasil ekskavasi di Babilonia kuno. Tabung ini menulis soal lemak yang direbus dengan abu. Hasilnya, dipakai untuk membersihkan wol dan kapas dalam industri tekstil. 


1550 SM


Ebers Papyrus, dokumen medis Mesir kuno, menjelaskan pencampuran minyak hewani dan nabati dengan garam alkali –dikenal dengan istilah saponifikasi– untuk membuat bahan layaknya sabun. Ia dipakai untuk mengobati penyakit kulit dan mencuci. 



600 SM


Menurut Pliny the Elder, orang-orang Fenisia menggunakan lemak kambing dan abu kayu untuk membuat sabun. 


300-an SM


Sabun mendapat namanya, menurut legenda Romawi kuno, dari Gunung Sapo di mana binatang dikorbankan. Lemak hewan ini bercampur dengan abu, kemudian mengalir turun ke Sungai Tiber. Campuran ini, berbentuk menyerupai lilin, digunakan para perempuan yang mencuci baju di sepanjang Sungai Tiber. 


100-an SM


Penggunaan sabun demi kebersihan pribadi tampaknya belum muncul sampai Galen, dokter Yunani, merekomendasikan bahwa membersihkan tubuh dengan sabun sebagai tindakan pencegahan penyakit kulit. 


400-an


Bangsa Romawi kuno dan Galia menemukan suatu zat yang disebut “sabun”, terbuat dari lemak kambing dan abu pohon ek. Campuran ini mereka gunakan untuk mewarnai rambut jadi merah. 



600-an


Beberapa keluarga di Eropa mulai memproduksi sabun dalam skala kecil. Sabun ini dibuat dari campuran lemak nabati, minyak hewani, dan abu, dengan ditambahkan pula aroma. Mereka menggunakannya untuk keramas, mandi, dan mencuci.  


Masyarakat Timur Tengah sudah mengenal pembuatan sabun, padat maupun cair. Aleppo di Suriah dan Nablus di Palestina dikenal sebagai sentra pembuatan sabun ini. Sabun dari Aleppo mengkombinasikan minyak zaitun dengan aroma daun salam atau laurel. Para ksatria Perang Salib lalu membawa cara pembuatan sabun ini ke Eropa, khususnya ke kota Marseilles, Prancis. 


1300-an


Sempat terhenti karena Abad Kegelapan di Eropa dan runtuhnya kekaisaran Romawi, pembuatan sabun dihidupkan lagi di Italia, Prancis, Spanyol, dan Inggris. 


1600-an


Pada 1608, koloni-koloni Amerika memproduksi sabun komersial setelah kedatangan para pembuat sabun dari Inggris yang tiba di Jamestown, Virginia. Pada 1622, Raja James I memberi monopoli kepada seorang pembuat sabun dan mengenakan pajak sabun yang tinggi. Sabun pun jadi barang mewah. 



1700-1800


1791, ahli kimia Prancis, Nicholas Leblanc, mematenkan proses untuk membuat abu soda, atau sodium karbonat, dengan kualitas yang baik dan murah.  


1823, ahli kimia Prancis, Michel Eugene Chevreul, menemukan hubungan antara lemak, gliserin, dan asam lemak, yang menjadi dasar lemak dan kimia sabun modern.  


1861, ahli kimia Belgia, Ernest Solvay, menggunakan garam biasa, atau natrium klorida, untuk membuat abu soda, yang bisa mengurangi biaya dan meningkatkan kualitas dan kuantitas abu soda untuk pembuatan sabun.  


1865, bentuk sabun cair dipatenkan William Sheppard dari Amerika Serikat. 


1900-an


Industri sabun mengalami kesulitan ketika Perang Dunia I. Langkanya lemak hewani membuat produsen sabun beralih menggunakan minyak nabati, dari minyak kelapa, sebagai bahan pembuat sabun. Pascaperang, industri sabun kembali bangkit. Pengembangan dan pemasaran sabun tangan cair mulai pada 1970-an.*


Sumber: soaphistory.net/frenchsoaps.co.uk.

Komentar

Dinilai 0 dari 5 bintang.
Belum ada penilaian

Tambahkan penilaian
bg-gray.jpg
Sebelum menjadi sentra kuliner seperti sekarang, kawasan Jalan Sabang pernah menjadi tempat nongkrong anak gaul Jakarta hingga tempat mangkal tante-tante kesepian.
bg-gray.jpg
Klub sepakbola yang dibangun komunitas Arab Pekalongan ini tak bisa dianggap remeh. Kendati kerap didera kesulitan finansial, Alhilaal berhasil merengkuh gelar juara.
bg-gray.jpg
After leading the PETA uprising in Blitar, Supriyadi fled to the jungle and disappeared. It is believed that he was secretly killed by the Japanese as his body is nowhere to be found to this day.
bg-gray.jpg
Kala ditugaskan ke Pontianak, Rudy Blatt dapat informasi pembantaian rakyat oleh Jepang. Berinisiatif mencari para penjahat perang Jepang itu.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Rudy Pirngadie jenderal berbintang pudar. Gemerlap justru memancar dari bintangnya di dunia musik. Dijuluki Buaya Keroncong hingga Jenderal Keroncong.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Donald Trump menghina Paus Leo XIV. Dahulu Napoleon menangkap dua Bapa Suci.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Dari bergeliat, peternakan-peternakan sapi perah di seantero Jakarta perlahan menghilang akibat gejolak politik. Ada banyak haji di balik industri tersebut.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Perjalanan 50 tahun Apple penuh inovasi dan tantangan, bermula dari garasi hingga rmenjadi raksasa teknologi global.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Dalam kisah legenda Jawa, Roro Mendut dikenal sebagai wanita yang berani mendobrak anggapan merokok identik dengan laki-laki. Ia berjualan rokok demi menolak dipinang sang punggawa istana.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
Sebagai pengarang novel populer, Motinggo Boesje memelopori konsep tante girang. Sementara itu, Ali Shahab pengarang pertama yang mencantumkan istilah tante girang pada novelnya.
transparant.png
bottom of page