- 18 Okt 2019
- 5 menit membaca
Diperbarui: 13 Jul
SIAPA pun yang mendengar Swastika Noorsabri bicara pasti akan menebak ia berasal dari Jawa. Gaya bicaranya medhok. Apalagi dia lahir dan besar di Kota Yogyakarta. Begitu pula ayah, ibu, kakek, dan neneknya, berasal dari suku Jawa.
“Eyang buyut yang saya ketahui dari ibu itu [asalnya] Semarang. Itu cerita yang saya dengar. Kalau ayah dari Purworejo,” kata Sabri.
Sabri bercerita, kakek dari pihak ayah adalah kepala Desa Wingkoharjo di Purworejo. Namanya Kartowiryo atau biasa disebut Lurah Kartowiryo. Kakeknya menikahi neneknya yang berbeda desa, tetapi masih di wilayah Purworejo. Simbah putrinya itu, dipanggil Sulaibah, berprofesi sebagai pedagang. Sementara kakek dari pihak ibu berasal dari Semarang. Nama kecilnya Basirun.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















