top of page

Saling Hajar Masyumi-PKI

Masyumi dan PKI bersaing ketat dalam Pemilu 1955. Mereka saling menjelekan dalam kampanye.

loading_historia_white.gif
transparant.png

Poster saling menjatuhkan antara Masyumi dan PKI. (Repro Partai Masjumi, Antara Godaan Demokrasi & Islam Integral).

4 Mar 2019
3 menit membaca

Diperbarui: 28 Apr

PEMILU 2019 akan berlangsung 44 hari lagi. Namun persaingan antar partai politik, terutama partai-partai politik besar, dan calon presiden sudah terasa sejak hari-hari kemarin. Berbagai cara dilakukan untuk menonjolkan kualitas masing-masing konstestan. Tak jarang itu dilakukan lewat prilaku saling menjatuhkan dan menjelek-jelekan lawan politik.


Media sosial menjadi palagan efektif untuk melontarkan kampanye dan sumpah serapah politik. Kompetisi antara kubu #2019 Ganti Presiden dengan #2019 Tetap Jokowi pun terselenggara dalam situasi yang banal dan nyaris tanpa akal sehat.


Situasi yang nyaris sama pernah terjadi menjelang berlangsungnya Pemilu 1955. Partai Masyumi (Majelis Syuro Muslimin Indonesia) dan PKI (Partai Komunis Indonesia) kerap terlibat adu tegang. Tidak hanya lewat poster, para juru kampanye kedua partai politik itu tak jarang menghamburkan provokasi yang kadang menimbulkan adu fisik masing-masing massa pendukung.

Ingin membaca lebih lanjut?

Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.

bg-gray.jpg
Kepulangan Semaoen ke Indonesia setelah 33 tahun di pengasingan disambut semarak. Presiden Soeharto menawarkan keluarga agar jenazahnya dimakamkan di Kalibata.
bg-gray.jpg
Memutus perkara adalah amanah, bukan mainan. Siapa mengkhianatinya harus menanggung akibat yang sepadan. Itulah yang tersurat dalam sistem dan tata kelembagaan hukum Jawa yang diterapkan Kesultanan Demak hingga Yogyakarta.
bg-gray.jpg
Tiga bersaudara berjuang mempertahankan kemerdekaan di Kalimantan Barat. Bardan Nadi, yang gugur di tangan tentara Belanda, diingat sebagai pahlawan. Sedangkan jejak kedua saudaranya menghilang di tengah perburuan kaum komunis setelah 1965.
bg-gray.jpg
Sepeninggal mentornya, Henk Sneevliet, Semaoen mengampu panji palu arit. Merapat ke Moskow hingga diasingkan lewat besluit.
transparant.png
bottom of page