- 18 Apr 2021
- 3 menit membaca
Diperbarui: 5 Mei
Setelah melewati pertempuran menghadapi pasukan Inggris di Bandung, Sardjito melanjutkan perjuangannya di Klaten, Jawa Tengah. Dia tiba di kota itu sekitar akhir November 1945 bersama dengan rombongan karyawan Institute Pasteur dan tenaga kesehatan dari Palang Merah.
Di Klaten, Insttute Pastur menempati sebuah laboratorium yang biasa digunakan untuk percobaan tembakau. Selain laboratorium untuk keperluan penelitian obat dan vaksin, Sardjito juga dipercaya mengelola rumah sakit di Tegalyoso, sebelah selatan Klaten. Di rumah sakit yang hingga sekarang masih berdiri, Sardjito memberikan perawatan untuk para korban perang, baik dari sipil maupun militer.
“Selain diizinkan mempergunakan gedung Laboratorium Percobaan Tembakau, Institute Pasteur diperbolehkan pula memakai alat-alat dari laboratorium tersebut,” demikian menurut buku Sejarah Kesehatan Nasional Indonesia Jilid I.
Ingin membaca lebih lanjut?
Langgani historia.id untuk terus membaca postingan eksklusif ini.


















